Selamat Ulang Tahun Gadis Tangguh!

Tahun ini genap sudah usia saya ke-31. Banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapat setahun ke belakang ini. Ada beberapa momen yang sangat berarti buat saya. Misalnya saja bekerja di perusahaan baru. Di perusahaan saya yang saat ini, saya merasa berada di tempat yang tepat. Tempat saya bekerja sekarang lebih baik daripada perusahaan saya yang dulu. Secara brand lebih besar dan masuk ke dalam top 5 perusahaan asuransi terbaik di Indonesia.

Pekerjaan Baru

Di pekerjaan baru saya di perusahaan ini saya mengikuti program premium agent. Namun sayang, karena masalah internal di tim saya tidak bisa melanjutkan program ini. Saya tetap bekerja sebagai agent biasa. Tidak ada yang ingin saya sesali, karena semua sudah berlalu. Saya pun sudah mengikhlaskan kalau memang posisi itu bukan untuk saya.

Konflik Batin

Di sepanjang tahun yang lalu saya cukup banyak terlibat dalam konflik batin. Ya, konflik yang ada di dalam pikiran saya. Konflik ini cukup menganggu karena menyebabkan psikosomatis. Imbasnya dari stress ya ke tubuh sendiri. Karena terlalu stress badan saya gatal-gatal dan saya sakit maag hingga diare. Mimpi buruk pun sering terjadi, namun semua berangsur-angsur menghilang setelah saya berhasil mengelola stress dengan baik. Butuh banyak derai air mata untuk meyakinkan diri bahwa sanggup melalui itu semua 🙂

Ulang Tahun Saat Corona

Ulang tahun saya yang ke-31 sangat sederhana. Saya bangun pagi, masak perkedel kentang dengan kornet. Setelah selesai masak dan makan masakan sendiri, saya bungkuskan perkedel kentang itu untuk kakak dan ayah saya. Buat makan di kantor katanya.

Pagi itu tidak ada yang ingat dengan ulang tahun saya. Eh ada deh yang ingat. Ada seorang teman yang ingat hari ulang tahun saya sejak beberapa hari yang lalu. Lalu jam 12 malam dia ngeledekin saya ulang tahun. Tapi bahasanya nyebelin beneran. Sebelum saya berulang tahun dia bertanya apakah saya ingin kue untuk hadiah? Dia meminta alamat saya. Saya senang ada orang yang mengingat ulang tahun saya. Saya tidak memberitahukan alamat saya karena saya tidak ingin apa yang saya berikan ke dia dikembalikan. Saya tidak suka “saling membalas hadiah”. Bagi saya, kalau saya mau kasih hadiah ya sudah. Gak usah pakai dibalas-balas. Toh juga saya ngasih dengan tulus dan apa yang saya berikan bukan barang branded. Palingan gorengan, makanan, kaos.

Walaupun dia sangat menyebalkan, tapi di sisi lain dia cukup perhatian. Dia adalah teman yang mau menemani saya di telepon berjam-jam dan menjaga kewarasan saya di tengah pandemi Corona ini. Entahlah, dengan adanya dia saya sedikit lebih waras di tengah Corona, karena ada teman untuk ghibah,julit, ngayal, bercanda, dan berantem.

Saya membeli kue kecil yang sudah lama ingin saya beli. Dulu saya kurang puas makannya karena hanya makan setengah. Kue itu dari toko bitter sweet by Najla. Saya beli yang belgium choclate. Enak banget. Hingga jam 4 sore belum ada orang rumah yang ingat ulang tahun saya. Akhirnya saya tinggal tidur. Saya ingat 2 tahun yang lalu orang di rumah tidak ada yang ingat hari ulang tahun saya. Dengan wajah yang hampir menangis, saya cuma ingatkan kalau hari itu hari ulang tahun saya. Waktu itu menunjukkan pukul 10 malam.

Puji Tuhan papa mama pada ingat setelah jam 6 sore. Tapi karena saya ngantuk banget akhirnya saya tinggal tidur. Tidak ada hadiah. Tidak ada perayaan. Hanya perkedel kentang yang saya masak hari itu yang menjadi menu istimewa. Ulang tahun saat pandemi Corona ini rasanya menjadi ulang tahun paling plain selama hidup saya…

Selamat ulang tahun gadis tangguh. Semoga tahun depan kamu bertemu dengan pangeranmu dan bahagia selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.