Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Banyak orang mungkin masih bingung mengenai Apa bedanya Psikolog dan Psikiater. Terdengar mirip namun berbeda. Sebagai pasien yang rutin ke psikater beberapa tahun terakhir ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara psikolog dan psikiater.

Profesi Psikiater

Psikiater memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang dokter. Lalu dokter tersebut bila ingin melanjutkan menjadi psikiater maka harus menempuh pendidikan selama 5 tahun lalu melanjutkan ambil spesialis psikiatri.

Profesi Psikolog

Psikolog adalah lulusan sarjana psikologi, bila ingin buka konsultasi maka harus ambil s2 profesi psikologi yaitu psikologi klinis. Selain itu setelah lulus bila ingin buka konsultasi harus urus ijin praktek di Himpunan Psikolog Indonesia.

Psikolog tidak bisa memberikan resep kepada pasien. Psikiater bisa memberikan resep kepada pasiennya. Sepengalaman saya nih konsultasi ke psikiater dan psikolog itu beda banget.

Jadi gini ya. Penyakit mental itu sama seperti penyakit lainnya. Bukan karena sakit kurang iman. Misalnya saja depresi. Di otak terjadi ketidakseimbangan zat kimiawi otak. Pemicu depresi macam-macam. Bisa saja karena ada stress luar biasa yang berlarut-larut. Bisa juga karena genetik. Stress dari lingkungan dan lain-lain.

Obat Membantu Pasien Gangguan Mental

Tugas psikiater hadir nih. Untuk membantu dari sisi medis dengan cara memberikan obat untuk menyeimbangkan zat kimiawi di otak. Apakah itu menyelesaikan masalah? Tentu tidak. Namun sangat membantu. Dengan minum obat keluhan seperti kecemasan, sulit tidur, mood yang tidak stabil bisa menjadi lebih baik.

Pengalaman saya ketika mengkonsumsi obat dari psikiater adalah emosi saya jadi lebih stabil. Permasalahan pribadi saya tentunya tidak akan selesai karena itu harus diselesaikan oleh saya sendiri. Psikiater hanya memberikan konseling. Membantu? Tergantung. Psikiater itu cocok-cocokan.

Bagaimana dengan psikolog? Psikolog ini khusus hanya konseling saja. Jadi seperti teman ngobrol. Kasih masukan sebaiknya bagaimana. Keduanya memiliki benang merah yang sama. Masalah yang ada hanya kita saja yang bisa selesaikan. Penerimaan diri, ikhlas, sabar dan harus tegar jalanin hidup.

Sebaiknya Ke Psikolog atau Psikiater?

Tergantung. Keluhannya apa dulu. Kalau belum ada niat ke bunuh diri, bisa konsultasi dulu ke psikolog. Tapi kalau sudah ada niat mengakhiri hidup, melukai diri sendiri dan membahayakan orang lain segera ke psikiater.

Penyakit mental seperti depresi juga bisa menyebabkan psikosomatis. Yang sakit pikirannya, namun badan bisa ikutan sakit. Yang pernah saya alami psikosomatis adalah sakit lambung, diare, alergi gatal-gatal. Kalau kakak saya psikosomatisnya ya nyeri di bagian-bagian tubuhnya seperti punggung, kaki. Ketika dicek di lab tidak ada apa-apa. Akhirnya dokter menyimpulkan kalau sakit yang ada disebabkan oleh psikosomatis.

Cara Sembuh Dari Psikosomatis

Memiliki psikosomatis sangatlah tidak menyenangkan dan menyiksa. Sakit yang dirasakan oleh psikosomatis adalah sakit yang beneran, tidak dibuat-buat. Misalnya saja saat psikosomatis lambung saya sangat sakit disebabkan saya stress berat. Stress ini memicu asam lambung dan membuat pencernaan saya terganggu. Hasilnya saya diare karena asam lambung saya ini. Percernaan tidak dapat bekerja dengan baik.

Ketika sudah diketahui penyebab sakitnya apa, ya karena stress itu, maka mulailah untuk manajemen stress. Saya belajar untuk lebih menerima kenyataan dan berbesar hati ketika menemui masalah. Perfeksionis kadang membuat saya tidak bisa menerima kenyataan. Obat lambung hanya untuk meredakan sakitnya saja, namun tidak menyembuhkan. Tetap solusi agar sembuh adalah mengelola stress dan menyelesaikan masalah.

Percayalah, setiap masalah ada jalan keluarnya. Jangan malu untuk menghubungi psikiater atau psikolog bila mengalami gangguan mental. Memiliki penyakit mental tidak sama dengan gila. Jangan sampai berlarut-larut menderita dengan gangguan mental yang dimiliki. Segera ke dokter atau psikolog untuk memperbaiki kualitas hidup kamu menjadi lebih baik. Salam hangat dan peluk dari jauh. Kamu kuat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.