Sosial Media Dari Masa Ke Masa

Masih Ingat MIRC?

Media sosial yang pertama kali saya pakai adalah MIRC. Media sosial ini saya gunakan ketika saya masih SMP, yaitu sekitar tahun 2003. Awalnya iseng karena setiap saya ke warnet banyak orang yang duduk tertawa-tawa mengetik sambil membuka MIRC. Akhirnya saya memberanikan diri nanya ke mbak-mbak penjaga warnet mengenai bagaimana cara untuk memulai chatt di MIRC. Singkat cerita saya mulai bisa berkenalan dan chatt dengan orang-orang yang ada di MIRC. Saya mendapatkan 2 orang teman yang masih berteman dengan saya sampai sekarang. Yang pertama namanya Agung, yang kedua Anton.

Di media sosial ini saya mulai belajar singkatan-singkatan khas anak MIRC jaman itu. Misalnya saja ASL PLS. Itu artinya age, sex, location. Kalau PLS artinya please. Ketika singkatan ini saya ucapkan ke anak jaman sekarang, banyak yang tidak tahu. Maklum, beda jaman.

Yahoo Messenger: Teman Chatt Paling Asik Pada Jamannya

Lalu popularitas yahoo messenger mulai meningkat, saya pun ikut mencoba aplikasi ini. Ada juga aplikasi MSN untuk chatt juga, namun harus dengan id hotmail. Akhirnya saya membuat id dengan hotmail dan memakainya hingga sekarang. Saya mulai aktif menggunakannya sekitar tahun 2005-2006.

Friendster, Kini Tinggal Kenangan

Saat SMA, warnet di dekat sekolah saya lebih murah. Hingga saya akhirnya mulai rajin ke warnet tiap hari. Sosial media saat itu yang lagi populer adalah friendster, my space dan multiply. Kalau saya sih lebih memilih memakai friendster karena background tampilan bisa dibuat dengan warna-warni. Lalu saat itu juga lagi ngetren untuk saling memberikan testimoni. Saya sampai nungguin teman saya untuk nulis testimoni di wall friendster saya. Kita juga bisa lihat siapa saja yang berkunjung ke profil kita. Jadi yang suka stalking ke wall, bisa ketahuan deh!

Facebook si Juara Bertahan

Memasuki bangku kuliah, facebook mulai banyak dipakai oleh teman-teman kuliah. Saya pun ikut membuat akun di facebook. Teman kantor saat saya magang semua pakai facebook, akhirnya saya pun ikutan. Teman-teman kampus pun memakai facebook. Uniknya saat itu facebook tidak akan ketahuan kalau kita habis berkunjung ke wall orang lain, jadi kita bisa bebas berkunjung ke profile siapapun. Saya salut dengan facebook, karena sampai dengan detik ini facebook masih bisa bertahan. Facebook itu awalnya ramai karena banyak games yang bisa dimainkan online bersama teman-teman. Namun beberapa tahun belakangan ini facebook dijadikan sebagai media untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

Mig33 Multiplatform Online Chatt Yang Tumbang

Karena saya punya yahoo messenger, saya akhirnya mengunduh aplikasi yang bisa online beberapa messanger sekaligus. Saat itu yang lagi hype banget adalah mig33. Kenapa hype? karena aplikasi ini bisa dipakai di berbagai handphone, bahkan handphone yang low end sekalipun. Asalkan ada koneksi internet, pasti bisa pakai aplikasi mig33. Saya cukup kecanduan dengan aplikasi ini selama beberapa waktu karena kita bisa berkenalan dengan berbagai teman lintas negara. Saya juga kopdar dengan teman yang dari daerah lain, misalnya saja dari Solo. Menyenangkan sekali saat itu bisa berkenalan dengan banyak teman baru.

Blackberry Messenger, Pin Kamu, Hingga Twitter

Setelah bosan dengan mig33 akhirnya saya mencoba twitter. Saat kuliah banyak anak kampus yang pakai blackberry. Jadi saat itu lebih populer bertanya, pin bbm kamu berapa daripada bertanya nomer handphone. Biasanya yang pakai blackberry messenger juga aktif main twitter, jadi karena itulah saya ikutan download twitter. Sekitar tahun 2009 saya daftar twitter. Twitter itu isinya pendek-pendek. Nggak bisa panjang seperti facebook. Saya juga sempat heran, kenapa anak muda jaman itu hobi banget main twitter. Belakangan tahun 2018 tren twitter mulai naik lagi. Sekarang banyak akun twitter yang receh, dan saya suka banget baca jokes receh. Dan hebatnya lagi, twitter masih ada sampai sekarang. Apalagi kalau instagram lagi down, pasti deh yang pengguna instagram mulai login akun twitternya. BBM kini sudah mulai meredup, sekarang sosial media yang banyak dipakai adalah whatsapp.

Good Bye Path!

Semasa kuliah juga yang sedang hype itu path. Sayang path sudah ditutup per tahun 2018. Padahal saya suka banget sama path karena lebih eksklusif. Selain itu juga inner circle di path itu lebih kecil daripada di instagram. Padahal saya baru mulai aktif path beberapa tahun belakangan ini. Sayang sudah non aktif. Belum sempat explore lebih banyak lagi.

Yang Lagi Hype, Instagram

Lalu muncul yang namanya instagram. Akun instagram saya pun ini saya mulai buat saat kuliah. Mungkin sekitar tahun 2010 atau 2011. Akun instagram ini pun saya awalnya hanya pakai untuk jualan online. Namun beberapa tahun terakhir ini saya sudah mulai memperhatikan akun instagram pribadi dan mulai mengelola akun instagram saya. Sejak dibeli oleh facebook, instagram kini mulai mengurangi reach nya ke follower. Maksimal hanya 10% daripada total follower. Ya, namanya juga bisnis, pastinya facebook ingin agar kita menggunakan jasa instagram ads bila ingin mendapatkan reach lebih banyak dan tertarget. Tahun ini pun juga rilis IG TV yang nantinya akan head to head sama youtube bersaing di video online. Kita tunggu bagaimana pertarungan sengit antar dua raksasa sosial media ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.