My Single Life

Di usia yang sudah memasuki kepala 3 ini dan masih single, banyak sekali teman yang mulai bertanya kapan saya akan menikah. Nunggu apa lagi sih? Yang kemaren gimana? kok ga jadi sama dia? Kadang pengen nyeletuk sih, emang situ bahagia setelah nikah? Saya takut muka dia berubah jadi asem kalau ditanyain gitu wkwkwkw.

Saya sendiri pun tidak tahu kapan saya akan menikah. Pasangan pun belum ada. Apakah saya pemilih? Mungkin iya. Namanya juga cari suami. Cari yang takut akan Tuhan dan bisa menjadi pendamping hidup dalam keadaan suka maupun duka.

Apakah kebahagiaan berasal dari pasangan?

Saya merenungi, apakah dengan saya memiliki pasangan bisa membuat diri bahagia? Belum tentu. Justru jika itu motivasinya, saya akan banyak menuntut kepada pasangan agar membuat diri saya bahagia. Egois sih itu namanya. Psikiater saya pun juga menasehati, bahwa punya pasangan pun belum tentu bisa bahagia bila motivasinya untuk mencari kebahagiaan. Kalau ternyata pasangan gak bisa kasih kebahagiaan yang sesuai ekspektasi saya pasti saya bakalan kecewa, depresi. Di situlah yang bikin rumah tangga banyak berantakan, karena banyak pasangan menuntut orang lain untuk membuat mereka bahagia.

Berusaha Bahagia Dari Diri Sendiri Dulu

Sebelum membahagiakan orang lain, lebih baik bahagiakan diri sendiri dulu. Mengapresiasi diri sendiri dan merasa nyaman dengan diri sendiri. Mencintai diri sendiri dengan seutuhnya, barulah kita bisa belajar untuk mencintai orang lain. Belajar mengampuni diri sendiri, mengikhlaskan diri sendiri kalau ada salah. Gampang sih ngetiknya. Tapi dilakuin itu butuh perjuangan luar biasa.

Apa yang saya lakukan untuk mengisi masa single saya?

Banyak sekali hal yang saya lakukan untuk mengisi masa single saya. Bekerja, berkomunitas, hang out dengan teman, jalan-jalan, coba pengalaman baru, volunteer, dsbg. Satu per satu teman juga jadi sulit diajak keluar karena sudah punya anak dan kehidupan masing-masing dengan keluarganya.

Akhir-akhir ini saya sih bantuin teman mempersiapkan pernikahannya. Mulai dari acara lamaran, pilih vendor, hingga nanti pernikahannya. Ya lumayan nambah-nambah pengetahuan.

Coba kalau saya udah ada pasangan, mana mungkin saya ada waktu keliling Jabodetabek panas-panasan, hujan-hujanan saat weekend sekedar cari vendor wedding.

Tentunya saya selalu berdoa kepada Tuhan. Untuk memberikan saya pendamping di waktu yang terbaik bagiNya.

Matius 6:33-34

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Ayat alkitab ini saya dengar ketika saya berdoa mengenai pasangan hidup. Tuhan menginginkan saya untuk lebih dekat denganNya. Saya yakin dan percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik. Tidak perlu mengkhawatirkan akan hari esok. Tuhan sudah menyediakan segalanya. Yang penting asalkan kita percaya bahwa penyertaanNya selalu ada di waktu yang tepat, termasuk dengan pasangan hidup.
Saya juga diberi waktu lebih banyak untuk melayani kedua orang tua saya di masa tuanya.

Apa yang akan saya lakukan ke depannya?

Berusaha hidup menyenangkan hati Tuhan pokoknya. Menikah adalah anugerah. Menjadi single juga anugerah. Jika memang Tuhan menginginkan saya single, saya ikhlas. Jika Tuhan menginginkan saya berpasangan, tentunya saya bersyukur.

9 comments

  1. Waaaaaaa, membaca ini seperti daku sedang bercermin. Huhuhuhu
    Di usia hampir kepala tiga dan masih single, sepertinya semua wanita mengalami permasalahan yang sama. Hihihi.

  2. Pada dasarnya hidup adalah anugerah. So jalani dan syukuri.
    Saya percaya apa yang terjadi pada kita adalah scenario Nya.
    Walau demikian kita tetap berusaha dan membuka diri.

  3. Wanita single berkumpul, wkwkwkw….seru ya tema Kubbu 30 Hari Menulis Cerita, menyadarkanku bahwa aku ternyata tidak sendiri….hahaaha…so keep happy girls…

  4. Yups. Pilihan atau bukan, status single pasti pernah kita alami. Apapun itu tergantung bagaimana kita menjalaninya, memaknainya dan pilihan bersikap. Mari tetap berbahagia !

  5. Single bukan Aib, single bukan kutukan. Suka point mencari bahagia dengan menikah (punya pasangan) adalah cara yang salah. Selamat berjuang menjadi manusia terbaik versi kita masing- masing

  6. Kita adalah pasukan jomblo yang kesel klo di tanya kapan nikah wkwkwkwk (gapapa yaa pake kitaa biar kaya punya temen gitu)

    Btw aku jg sering sih pengen bilang “Lu nikah aja belum tentu bahagia” cuma masih mikirin perasaan orang aja wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.