QRIS Babak Baru Pembayaran Digital Indonesia

Ada fenomena menarik yang sedang terjadi di kalangan anak muda jaman sekarang. Ketika mereka pergi belanja atau makan hal yang ditanyakan terlebih dahulu adalah apakah bisa membayar menggunakan Ovo, Dana, Gopay, Link Aja? Apakah ada promo dari Ovo, Dana, Gopay,Link Aja? Kalau ada maksimum cashbacknya berapa? Rata-rata mereka memiliki lebih dari satu aplikasi digital payment. Anak muda sekarang sudah menuju cashless society. Semua dilakukan hanya lewat handphone. Uang tunai yang ada di dompet mulai digantikan dengan saldo di dompet digital.

Saat ini uang tunai dan kartu debit atau kredit sudah mulai berkurang penggunaannya di merchant. Bahkan banyak milenial yang sudah mulai mengurangi pegang uang tunai karena uang hariannya ada di dompet digital. Ketika terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah Jakarta, sinyal tidak ada, ATM offline, banyak orang yang tidak pegang uang tunai.

Fenomena Perubahan Customer Behavior Milenial

Fenomena ini adalah perubahan customer behavior. Dalam 5 tahun terakhir perusahaan-perusahaan teknologi seperti Ovo, Dana, Gopay, Link Aja mengedukasi pasar yang didominasi oleh anak muda milenial untuk menggunakan aplikasi pembayaran digital. Dalam jangka waktu 5 tahun, customer behavior berubah dengan sangat cepat. Anak muda jaman sekarang sudah terbiasa dengan teknologi, jadi lebih mudah dibentuk perilakuya. Berbeda dengan angkatan generasi sebelumnya yang lebih menyukai cara konvensional. Untuk merubah customer behavior para perusahaan teknologi ini menggelontorkan biaya tidak sedikit. Perusahaan ini memberikan promo cashback yang bervariatif, mulai dari 10 % hingga 60 %. Hal ini yang mendorong anak muda untuk mengunduh berbagai macam aplikasi hanya demi mendapatkan cashback dengan promo terbaik. Biaya akuisisi pelanggan untuk menggunakan aplikasi ini terbilang besar karena pasarnya masih sangat baru dan perlu diedukasi dalam rentang waktu yang cukup.

Merebut Hati Milenial Dengan Teknologi Pembayaran Digital

Hal yang menarik lainnya,antrian merchant yang masih menggunakan pembayaran konvensional lebih panjang daripada merchant yang sudah menggunakan pembayaran digital. Bagi anak muda milenial, efisiensi waktu sangatlah penting. Ngantri berlama-lama untuk beli barang? Mereka akan mikir-mikir dulu untuk melakukannya. Tidak heran salah satu kedai kopi yang lagi hits di kalangan anak muda ini pintar melihat peluang yang ada. Gerai kopi Fore memadukan antara teknologi dan bisnis kopi. Pelanggan tidak perlu antri untuk melakukan pembayaran konvensional. Cukup memesan di aplikasi, bayar lewat dompet digital, lalu hanya tinggal scan code di merchant, menunggu dipanggil dan bisa langsung menikmati kopi.

Ambil Pesanan Kopi Fore Dengan Scan QR Code

Sumber : dokumen pribadi

Dalam jangka waktu 1 tahun, Fore bisa membuka 91 gerai di seluruh Indonesia. Tidak mengherankan dalam waktu yang sangat singkat Fore bisa scale up bisnis karena dibantu dengan teknologi.

QR Code : Teknologi Pembayaran Digital

Teknologi yang digunakan oleh perusahaan fintech tersebut adalah QR Code. QR Code adalah kode matriks atau barcode dua dimensi yang berasal dari kata Quick Response. QR Code pada awalnya dikembangkan oleh Denso Wave pada tahun 1994. QR Code ini tidak hanya berfungsi pada pembayaran digital saja, namun bisa diaplikasikan dalam banyak hal. Pada dasarnya QR Code ini hanya interface platform. Teknologi QR Code digunakan dalam digital payment karena untuk implementasinya tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Cukup dengan kode QR Code dan scan QR Code menggunakan kamera handphone maka transaksi sudah dapat dilakukan.

Ovo Salah Satu Unicorn Pembayaran Digital Terbaru 2019

Di penghujung tahun 2019 ini Menkominfo menyatakan bahwa Ovo menjadi startup unicorn. Perusahaan fintech besutan Lippo Grup ini sudah mencapai valuasi $ 2,9 miliar atau setara dengan Rp 41 Trilyun. Secara sah Ovo menjadi perusahaan unicorn kelima yang berasal dari Indonesia.

Ovo Unicorn ke-5 Asal Indonesia Seminar Connect 2019

Sumber : dokumen pribadi

Mengacu data dari Bank Indonesia, nilai transaksi yang terjadi sepanjang tahun 2018 yaitu menyentuh angka Rp 47,9 trilyun. Angka ini meningkat sangat signifikan yaitu empat kali lipat dibanding tahun 2017 yang hanya mencapai angka Rp 12,37 trilyun. Menurut hasil riset dari Morgan Stanley, lembaga itu memprediksikan jumlah transaksi pembayaran digital Indonesia bisa mencapai $50 milyar pada tahun 2027.

Bank Indonesia Sebagai Bank Central Membuat Standarisasi QR Code

Dengan adanya potensi yang besar tersebut Bank Indonesia mengambil kebijakan standarisasi dengan membuat QRIS (QR Code Indonesia Standard ). Hal ini mengikuti jejak fintech lainnya seperti fintech peer to peer landing yang sudah diberikan regulasi oleh OJK, maka standarisasi pembayaran digital ini dibuat agar dapat diawasi dan diatur oleh pemerintah. Dari sisi merchant sendiri pun diuntungkan karena tidak perlu menaruh berbagai macam display QR Code dari banyak aplikasi pembayaran digital di meja kasir. Cukup satu QRIS sudah bisa untuk transaksi menggunakan aplikasi pembayaran digital. Dari sisi pengguna pun juga diuntungkan karena bisa menggunakan aplikasi pembayaran digital apa saja tanpa perlu berpindah aplikasi.

QRIS : QR Code Standar Pembayaran Nasional

Sumber : dokumen pribadi

QRIS ini mendorong keuangan ekonomi digital yang inklusif. Bisa digunakan di berbagai macam kalangan. Baik kalangan menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Pemerintah juga nantinya akan mendorong UMKM untuk menggunakan QRIS untuk transaksi pembayaran. Nantinya BI akan mematok biaya MDR ( merchant discount rate ) sebesar 0.7% dari transaksi. Untuk sektor pendidikan dikenakan biaya transaksi 0.6%, untuk pembelian bahan bakar minyak di SPBU biaya transaksi 0.4% dan untuk donasi 0%.

Transaksi menggunakan QRIS ini nantinya akan resmi digunakan pada 1 Januari 2020. Apalagi ditambah Indonesia sudah ada jaringan Palapa Ring. Akses internet mulai merata dari Sabang hingga ke Merauke. Internet yang stabil sangat mendukung QRIS diterapkan di seluruh Indonesia. QRIS bisa dilakukan hanya dengan menggunakan handphone dan langsung memotong saldo aplikasi pembayaran digital, kartu debit, atau kartu kredit.

QRIS Unggul

Metode Menggunakan QRIS

Sumber : https://sikapiuangmu.ojk.go.id/

QRIS ini diharapkan bisa UNGGUL. QRIS ini UNiversal sehingga bisa digunakan seluruh lapisan masyarakat. QRIS nantinya membuat transaksi menjadi Gampang karena bisa dilakukan hanya dari satu handphone saja. Dengan adanya QRIS nanti Untung karena 1 QR Code bisa digunakan banyak aplikasi. Transaksi juga bisa Langsung diproses saat itu juga.

Beli Produk UMKM Untuk Menggerakan Perekonomian Bangsa

Dengan adanya QRIS UMKM di seluruh Indonesia mengalami pertumbuhan penjualan sehingga perekonomian Indonesia menjadi lebih maju. Yuk sebagai anak muda milenial juga kita harus membeli produk-produk lokal UMKM. Pembayaran sudah dipermudah dengan adanya QRIS. Partisipasi kita dengan membeli produk lokal membantu pergerakan ekonomi bangsa.

 

Sumber referensi :

Agung,Bintoro ( 2019, 19 Agustus ). QRIS Dari Bank Indonesia Akan Menjadi QR Tunggal di Indonesia. Dikutip 29 Oktober 2019 dari Daily Social: https://dailysocial.id/post/qris-bank-indonesia-qr-code-tunggal.

Departemen Komunikasi Bank Indonesia ( 2019, 17 Agustus ). QRIS Satu QR Code Untuk Semua Pembayaran. Dikutip 29 Oktober 2019 dari Bank Indonesia: https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/SP_216219.aspx.

Departemen Komunikasi Bank Indonesia ( 2019, 21 Agustus ). Bank Indonesia Terbitkan Ketentuan Pelaksanaan QRIS. Dikutip 29 Oktober 2019 dari Bank Indonesia : https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Bank-Indonesia-Terbitkan-Ketentuan-Pelaksanaan-QRIS.aspx.

Eka,Randi ( 2019, 11 September ). Catatan Tentang Industri Fintech Indonesia di Paruh Pertama 2019. Dikutip 29 Oktober 2019 dari Daily Social : https://dailysocial.id/post/fintech-indonesia-h1-2019.

Sikapi Uangmu OJK ( 2019, 20 Agustus ). Makin Mudah dan Aman Dengan QRIS . Dikutip 29 Oktober 2019 dari Otoritas Jasa Keuangan : https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10522

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.