9 Pelajaran Penting Dari Drama Startup

Masih belom bisa move on dari drama korea startup? Sama saya juga! Hehehe. Saya ini masih tim Han Ji Pyong. Di drama startup ini, sebenarnya banyak banget hal-hal yang bisa kita pelajari sih.

Bangunlah networking

In Jae merupakan sosok yang saya kagumi. Sebagai seorang wanita karir dia sangat profesional dan paham betul apa arti networking. Omset penjualan dia dapatkan pertama kali justru datang dari acara pertukaran kartu nama dengan perusahaan lain. Terbukti perusahaan In Jae pecah telor dapat omset duluan.

Belajar dari yang sudah sukses

Selama ini In Jae selalu belajar dari bisnis ayah tirinya. Beliau merupakan milyuner Korea yang sudah memiliki banyak bisnis. Dari dialah In Jae banyak belajar mengenai bisnis. In Jae merupakan orang yang tidak ingin dibayang-bayangi oleh nama besar ayahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan Sanbox dan memulai dari bawah, meninggalkan apa yang sudah pernah dia bangun. Strategi-strategi yang dia pelajari dia aplikasikan ke startup yang dia bangun di Sandbox.

Belajar money management

Lagi-lagi my sweetheart Han Ji Pyong. Dari kecil sudah jadi yatim piatu. Doi ini juara simulasi saham di usianya yang masih muda. Dengan dana 2 juta won dia berhasil melipatgandakan uangnya hingga 80 juta won. Uang ini dia gunakan untuk melanjutkan kuliah, biaya hidup serta uang untuk bayar sewa rumah. Tentunya hal itu tidak mudah bagi seorang anak kecil untuk manajemen uang dengan disiplin. Anak kecil aja bisa, kalau kamu?

Harus realistis, Jika tidak punya kapasitas di bidang tersebut jangan dipaksakan, pilih orang yang mampu

Selama beberapa tahun Samsan Technology memiliki CEO yaitu Nam Do San sendiri. Teman-teman Do San dan Dosan sendiri adalah orang teknik. Mereka ini sebenarnya jago banget soal teknologi, tapi bodoh soal bisnis. Makanya bisnis mereka tidak berkembang selama bertahun-tahun. Tidak ada keputusan strategis yang menghasilkan uang dari teknologi yang mereka miliki. Setelah disadarkan oleh Han Ji Pyong, akhirnya Do San memutuskan untuk bekerja sama dengan Seo Dal Mi sebagai CEO. Do San melihat Seo Dal Mi dapat berpikir kreatif, bisa melihat peluang bisnis, jago pitching. Hal-hal yang tidak dimiliki Do San dimiliki oleh Seo Dal Mi.

Hal ini sering dialami oleh banyak pebisnis. Banyak yang berpikir menjadi CEO ( Chief of Everything ) padahal jika didelegasikan ke orang yang lebih mampu dia punya potensi untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Bila ingin bisnisnya bertumbuh,butuh tim!

Harus banyak belajar dan bertanya bila ingin membangun bisnis

Seo Dal Mi paham, bahwa dia tidak pernah membangun bisnis. Oleh sebab itulah dia selalu mepet ke Han Ji Pyong agar bisa mengajarinya apa yang harus dia pelajari dan banyak pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis yang dia tak ketahui.

Seo Dal Mi juga menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset, membaca buku, hanya untuk mengejar ketertinggalannya. Bisa dibayangkan begitu termotivasinya dia dan tidak menyerah dan mengirimkan 461 pertanyaan ke email Han Ji Pyong. Melihat hal ini Han Ji Pyong pun luluh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Seo Dal Mi.

Banyak pebisnis pemula yang malu untuk bertanya kepada yang lebih senior. Mereka seperti Nam Do San yang menggunakan ilmu let it flow, udah ngalir aja. Padahal di dalam bisnis untuk menjadi maju dan berkembang butuh mentoring dan banyak belajar dari senior.

Selalu pelajari berkas secara teliti sebelum ditanda tangani. Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Ada kesalahan fatal yang dilakukan Seo Dal Mi ketika Sam San Tech akan diakuisisi oleh perusahaan luar negeri. Dia tidak berkonsultasi dengan Han Ji Pyong, mentornya. Walaupun sudah berhasil memenangkan kejuaraan Sandbox bukan berarti setiap peluang yang masuk langsung diambil. Semua harus dianalisa dan ditimbang.

Seo Dal Mi tidak menyangka bahwa dengan keputusannya menerima akuisisi sebesar 3 milyar won justru harus membuatnya kehilangan Samsan Tech. Perusahaan tersebut hanya ingin akuisisi engineer AI dan memecat Seo Dal Mi dan Sa Ha.

Jika tidak bisa bersaing dengan musuh, jadilah pasukannya

Seo Dal Mi melakukan kesalahan dan harus melepaskan engineer Samsan Tech ke Amerika. Rencananya untuk sukses mengalahkan kakaknya pupus sudah. Impian dia membuat mobil dengan teknologi AI bersama Samsan Tech harus dikubur dalam-dalam. Han Ji Pyong sebagai mentor yang baik berusaha memberikan masukan yaitu jika tidak bisa bersaing dengan musuh, jadilah pasukannya.

Seo Dal Mi dan In Jae merupakan rival, namun karena situasi kehilangan Samsan Tech, Seo Dal Mi harus merelakan egonya dan bergabung dengan In Jae di perusahaannya. Butuh kebesaran hati yang luar biasa bagi Seo Dal Mi mau mengetuk pintu rivalnya dan mulai bekerja secara profesional kepada kakaknya.

Terbukti selama 3 tahun Seo Dal Mi mampu mewujudkan impiannya yang sempat tertunda yaitu membangun mobil pintar yang menggunakan teknologi AI. Dia tetap mengejar mimpinya walaupun bukan dengan perusahaan miliknya.

Berlayar tanpa tujuan atau berlayar tanpa peta?

Kalau saya ditanya pilih mana di antara kedua itu, saya akan jawab tidak keduanya. Berlayar tanpa tujuan sama saja membuang-buang waktu. Tidak efisien. Ketika kita tidak punya tujuan ( apapun itu ) baik tujuan hidup, tujuan keuangan, tujuan bisnis dll ) semua akan terasa seperti kita meraba-raba. Tapi kalau kita sudah punya tujuan jelas, kita bisa memiliki peta, lewat jalan apa yang harus kita lalui agar kita sampai ke tujuan untuk mendapatkan goals yang kita inginkan.

Han Ji Pyong merupakan seorang mentor dan investor yang memiliki tujuan jelas. Berbeda dengan Nam Do San, dia adalah pemimpi tapi tanpa arah. Beruntung dia bertemu dengan Han Ji Pyong yang mau mengoreksi persepsi yang salah tersebut.

Bisnis yang berkelanjutan harus jelas menyelesaikan masalah apa, target marketnya siapa, berapa besar marketnya, cara monetisasinya seperti apa. Sanggup berapa lama dia bakar uang untuk mengakuisisi pelanggan baru, dan banyak pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis ini yang tidak bisa dijawab oleh Nam Do San.

Ikutilah mimpimu

Semua tokoh di mimpi ini memiliki mimpi. In Jae yang memiliki mimpi agar bisa berdiri sendiri dan membuktikan bisa memiliki perusahaan tanpa campur tangan ayah tirinya. Seo Dal Mi yang ingin sukses membangun bisnis. Nam Do San yang memiliki mimpi untuk menjadikan kesalahpahaman menjadi kenyataan. Han Ji Pyong memiliki mimpi untuk membayar hutangnya kepada nenek di masa lalu.

Semua mimpi-mimpi ini bisa tercapai dengan kerja keras dan kerja cerdas! Tidak ada cara singkat untuk mencapai kesuksesan. Drama startup mengajarkan banyak hal banget kan! Ini dramanya wort it banget buat ditonton.

2 comments

  1. Mang bagus banget seh drama ini secara tema dan para pemainnya, bahkan jadi ruame banget ya. So far aku masih setia sama tim HJP hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.