CERDIK Mencegah Penyakit Ginjal

Bulan Maret 2020, Indonesia digemparkan oleh infeksi virus Covid 19. Sudah ada ratusan orang yang dinyatakan positif mengidap Corona. Pandemi ini sangat menghebohkan seluruh dunia karena mampu menularkan virusnya dengan sangat cepat. Tercatat sudah ada 144 negara di seluruh dunia yang menjadi penyebaran Corona. Di balik itu semua, ada penyakit yang lebih mengerikan lagi. Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia.

Hari Ginjal Sedunia

Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap hari Kamis minggu kedua di bulan Maret. Tema tahun ini yang diangkat untuk Hari Ginjal di Indonesia yaitu “Ginjal Sehat Untuk Semua”. Kegiatan sosialisasi ini rutin diadakan setiap tahunnya agar seluruh warga Indonesia mulai sadar akan kesehatan ginjalnya. Menurut dara IHME Global Burden Disease 2017 dari total kematian sebanyak 1.510.113, penyakit ginjal kronis menempati urutan ke-13 penyebab kematian. Bila dihitung secara persentasi, penyakit ginjal kronis menyumbang 2% dari total kematian atau 35.217 kematian.

BPJS Menanggung Beban Besar Dari Penyakit Ginjal

Biaya yang dikeluarkan oleh BPJS selama tahun 2017 untuk hemodialisis sebesar 3,4 trilyun Rupiah. Sungguh angka yang fantastis. Pada 2018 pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan dana sebanyak 2,4 trilyun untuk membiayai penyakit gagal ginjal. Penyakit ginjal merupakan penyakit katastropik nomer 2 setelah penyakit jantung.

Ginjal merupakan organ yang penting di dalam tubuh manusia. Ginjal memiliki beberapa fungsi, misalnya untuk mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh, menyeimbangkan cairan tubuh, memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah, menyaring darah sebanyak 120-150 liter per hari, mengaktifkan Vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi.

Faktor Resiko Penyakit Ginjal

Ada beberapa faktor resiko yang bisa berkontribusi terhadap penyakit ginjal. Faktor resiko yang pertama misalnya obesitas. Ketika obesitas maka ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Peningkatan ini dapat membuat ginjal menjadi rusak dan apabila terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis lalu gagal ginjal.

Faktor lainnya yang bisa menyebabkan penyakit ginjal kronis adalah diabetes militus dan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat merusak organ ginjal kita. Gula darah yang tinggi juga dapat merusak organ ginjal.

Mengkonsumsi obat anti inflamasi atau pereda nyeri dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Mengkonsumsi narkoba dan zat adiktif lainnya juga bisa berkontribusi pada penyakit ginjal kronis. Faktor-faktor resiko tersebut merupakan faktor resiko yang bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan gizi sehat seimbang.

Namun di luar itu, ada faktor-faktor resiko yang tidak dapat kita hindari. Misalnya memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal, kelahiran prematur, trauma di abdomen, penyakit lupus,AIDS, hepatitis C, dll ). Bila sudah memiliki faktor resiko seperti ini maka di kemudian hari memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit ginjal.

Gejala Penyakit Ginjal

Ada beberapa gejala penyakit ginjal. Misalnya saja tekanan darah yang tinggi. Perubahan frekuensi buang air kecil, ada darah dalam urine, sulit tidur, nafsu makan berkurang, sakit kepala, tidak bisa konsentrasi, gatal-gatal, sesak nafas, mual dan muntah, bengkak pada pergelangan kaki.

Gejala ini bisa muncul semua atau hanya beberapa gejala saja. Bila kamu mengalami gejala demikian, sebaiknya segera mengecek ke rumah sakit. Jangan mendiagnosa sendiri karena dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyakit ginjal ini.

CERDIK Gerakan Mencegah Penyakit Tidak Menular

Kemenkes selalu mensosialisasikan bagaimana agar masyarakat terhindar dari penyakit tidak menular dan disingkat dengan CERDIK.

C – Cek kesehatan secara rutin.

E – Enyahkan asap rokok

R – Rajin aktivitas fisik

D – Diet sehat kalori seimbang

I – Istirahat cukup

K – Kelola stress

Kita juga disarankan untuk meminum air putih 8-10 gelas per hari untuk kesehatan tubuh kita. Lebih baik mengkonsumsi air putih, hindari minuman beralkohol. Jamu-jamuan pun sebenarnya harus dengan konsultasi dokter. Bagaimana pun juga mengkonsumsi jamu-jamuan yang berlebihan tidak baik, walaupun itu herbal. Kadang jamu-jamu yang dijual bebas sudah dicampur dengan zat kimia dan ini sangat berbahaya. Sebaiknya membuat jamu sendiri.

Terapi Untuk Penyakit Ginjal

Bagaimana bila sudah didiagnosis menderita penyakit ginjal? Ada beberapa terapi yang bisa ditempuh. Misalnya saja mengubah gaya hidup. Terapi menggunakan obat-obatan. Bila sudah ke tahap yang lebih serius, gagal ginjal dokter akan menyarankan untuk melakukan dialisis ( cuci darah ). Jalan terakhir adalah menjalani transplantasi ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.