Emosi

Siapa yang tidak memiliki emosi? Tentunya semua orang memilikinya. Tentu kita pernah memiliki perasaan sedih, gembira, marah. Saya pun pernah merasakan emosi-emosi tersebut. Saya ingat terakhir kali saya marah besar adalah saat saya ada di bangku kuliah.

Saat itu saya mengerjakan tugas kelompok akhir semester. Kebetulan saya sekelompok dengan orang-orang yang malas. Bayangkan saja, hari itu kami belum mengerjakan sama sekali. Saya akhirnya menyuruh anak-anak untuk datang pagi-pagi sekitar jam 9 pagi untuk mengerjakan tugas.

Pagi itu tidak ada yang datang sama sekali. Saya mengerjakan tugas sendirian. Dalam hati saya sangat kesal, kok dapat teman sekelompok begini amat. Akhirnya saya menghubungi satu persatu teman saya yang belum datang. Mereka akhirnya datang. Tapi seperti biasa, mereka bingung harus ngapain karena mereka ini jarang memperhatikan di kelas.

Saya akhirnya mulai membuat tugasnya sendirian. Ada salah satu teman kelompok saya yang diajak oleh kelompok lain ke bawah menemani ngerokok di basement. Wah, makin panas saya. Pas balik bukannya membantu ngerjain tugas saya malah ngerjain tugas kelompok lain.

Saking kesalnya, saya banting mouse yang saya miliki, saya marah-marah. Gimana nggak marah. Saya lagi kerjain tugas kelompok sendiri, eh anggota kelompok saya malah kongkow-kongkow di basement dan bantuin kelompok orang lain.

Kepala saya pusing, mungkin darah tinggi kali ya. Saya bentak teman saya dan pergi meninggalkan kampus. Terserah deh mau dapet nilai berapa. Ini yang udah saya buat. Mau dikumpulin ya udah. Nggak ya terserah.

Pulang dari sana saya tidur. Lalu sore hari teman-teman yang saya omelin tadi menelepon minta maaf. Satu persatu minta maaf karena bikin saya kesal. Di situ saya menyesal sudah marah-marah ke teman saya. Namun saya tetap harus melakukannya untuk memberikan mereka pelajaran agar tidak bertingkah seenaknya kepada orang lain.

Setelah kejadian itu kami masih bersahabat. Saya pun berjanji tidak akan marah-marah seperti itu lagi. Ya kecuali kalau keterlaluan ya. Batas kesabaran orang kan ada limitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.