5 Hal Yang Membuat Saya Bahagia

Cukup mikir juga sih ketika ditanya apa hal yang benar-benar bikin saya bahagia. Lalu setelah saya renungkan ada beberapa momen yang membuat saya memang bahagia.

Bercakap-cakap Dengan Tuhan

Mungkin bagi sebagian orang bingung, emang Tuhan bisa diajak ngomong? Kalau saya pribadi secara audible sih ngga ya, tapi kalau dari dalam hati, mungkin. 15 tahun terakhir saya banyak mengalami pergumulan. Setiap pergumulan demi pergumulan yang saya alami, itu kadang saya nggak habis pikir. Kok bisa ya ada jalan Tuhan gitu.

Contohnya nih, saat saya mungkin masih berusia 9 tahun. Saat itu krisis ekonomi. Papi ngga punya kerjaan. Rumah habis dijual, mobil dijual, keadaan susah. Saat itu bahkan nggak tahu hari itu mau ke gereja pakai apa. Saya berdoa, “Tuhan, aku mau ke gereja nih. Aku gak punya uang. Tapi aku mau ke gereja. Tuhan tolong bantu ya.”

Secara ajaib, nggak sengaja papi nemu sekantong uang receh di koper. Ngga sengaja aja nemunya. Isinya uang 500 an. Akhirnya kita naik bis ke gereja pakai uang itu. Setiap ingat ini saya nangis. Tuhan itu beneran nyata, ada dan bertindak ketika kita memintanya.

Banyak sekali mukjizat-mukjizat yang terjadi dalam hidup saya. Saya tahu Tuhan sayang sama saya. Kalau berdoa, saya seperti lagi ngobrol seperti ngobrol dengan seorang ayah. Ngadu gitu cerita, siapa aja yang jahat sama saya. Terus saya lagi kesulitan apa. Rasanya senang ngobrol gitu. Biasanya sambil denger lagu rohani, dihayati lagunya kata demi kata. Seperti menonton pergumulan saya di masa lalu, dan dengan ajaib Tuhan bereskan masalah saya satu per satu. Saya ngerasa bahagia, damai sejahtera. Bahkan menangis saking bahagianya. Ga bisa dijelaskan bahagianya seperti apa.

Menolong Orang Lain

Rasa bahagia berikutnya yang saya rasakan adalah ketika menolong orang lain. Ketika saya memiliki sesuatu, entah itu pikiran atau tenaga untuk membantu menyelesaikan masalah orang lain saya ngerasain bahagia.

Dulu saya pernah ngajar anak-anak yang dari kaum marjinal. Saya sih ga punya duit ya buat sekolahin mereka satu-satu pas kuliah. Tapi saya ngajarin mereka. Pas datang, ada kali dari jarak 20 meter mereka lari-larian menuju ke arah saya untuk cium tangan saya. Dinantikan kedatangannya bahkan 1-2 jam sebelum saya datang. Itu rasanya bahagia banget.

Intinya sih nolong orang lain itu memberikan saya energi. Nggak cuma manusia, binatang pun. Kadang saya bawa sekotak makanan kucing sekedar street feeding bikin bahagia. Ya kucing kampung biasa makanan ga jelas nyari di tong sampah, lumayan lah ya perbaikan gizi.

Mengampuni Orang Lain

Saya orangnya ini jarang marah ya, tapi kalo udah marah ya gitu. Jadi akar pahit. Seiring perjalanan waktu saya mulai belajar untuk mengampuni. Awalnya berat, tapi Tuhan meyakinkan saya untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang pernah berperilaku buruk dan tidak adil kepada saya. Perasaan lega ketika mengampuni orang lain itu memberikan kebahagiaan tersendiri yang sulit saya ungkapkan dengan kata-kata. Rasanya seperti ada beban di pundak yang terangkat.

Melihat Orang Terkasih Bahagia

Kadang saya suka ajak mami saya jalan-jalan. Di usia senjanya ini mami udah balik seperti anak kecil. Sekedar jajanin dia dan berikan makanan enak, lihat dia lahap makannya saya tuh bahagia. Beliau sehat saya bahagia. Saya sangat sayang sama papi dan mami. Sebisa mungkin saya ingin menghibur mereka di hari tuanya. Menemani mereka. Bahagiain mereka. Kalau mereka bahagia, saya juga bahagia.

Mengampuni Diri Sendiri

Kadang kita itu suka terlalu keras sama diri sendiri. Suka nyalahin diri sendiri. Suka insecure. Hal-hal ini kalau ditumpuk puluhan tahun bisa bikin bahaya. Saya pernah melakukan sesi dengan diri sendiri untuk meminta maaf sama diri sendiri dan meminta kepada diri sendiri untuk mengikhlaskan kesalahan yang sudah terjadi, supaya diri ini tidak ada perasaan yang terbeban dan menjadi bahagia. Jadi sepanjang jalan, saya menangis sambil minta maaf ke diri sendiri untuk kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Hasilnya? Plong! Bahagia tentunya!

Quality Time Dengan Diri Sendiri

Kadang saat pikiran sedang berantakan, saya tuh suka meditasi menenangkan diri. Mulai bertanya pada diri sendiri. Seperti self talk lah. Instropeksi diri sendiri. Kasih apresiasi, untuk setiap bagian tubuh yang sudah bekerja dengan baik. Rileks, istirahat dengan tenang. Bahagia loh ngelakuin begini aja.

Udah lah segitu dulu. Jadi curhat panjang kan… Semoga bermanfaat. Bagaimana arti bahagia buat kamu?

5 comments

  1. Ini jadi 6 hal sihh nes…hehehe…duhh moment ngobrol bareng Tuhan emank semacam oase di padang gurun ya…melegakan…

  2. Setuju banget kak sama bagian yang mengampuni diri sendiri. Kadang kita suka lupa, jika memaafkan diri sendiri itu penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.