Tutorial Membuat Studio Foto Mini Dengan Budget Minimalis Untuk Foto Produk

Di dalam dunia e-commerce, foto produk sangat menentukan keputusan membeli pelanggan. Belanja di toko online sangat berbeda dengan toko fisik. Kalau misalnya di toko fisik, bisa melihat produk secara langsung. Untuk toko online, foto produk lah yang menentukan. Seringkali bagi penjual online yang baru memulai usahanya kurang memperhatikan kualitas dari foto produk. Padahal, bila ingin terlihat lebih profesional, penjual di toko online pemula bisa membuat foto produk seperti yang dilakukan oleh toko online terkenal. Tidak perlu investasi terlalu mahal, kita bisa foto produk dengan studio foto mini buatan sendiri.

Bagaimanakah memulainya? Caranya mudah sekali. Pertama, siapkan kardus berukuran sedang. Untuk kardus sendiri bisa cari di warung, biasanya suka ada tuh. Kardusnya ukuran sedang. Kalau saya sih di Jakarta biasa beli aja kardusnya di daerah Tanah Abang, Jl Wahid Hasyim. Sebrangnya Pasar Tanah Abang Blok A, jalan yang mengarah ke Sarinah Thamrin. Harga kisaran 10-20 ribu untuk ukuran sedang. Biasanya ada pedagang kaki lima yang gelar lapak dagangannya di trotoar. Pilihan kardusnya banyak, tergantung ukuran. Jam bukanya dari pagi sampai sore.

Bahan selanjutnya adalah kertas roti atau kain warna putih. Pokoknya yang tipis dan memungkinkan cahaya lampu bisa masuk. Fungsinya kertas roti atau kain putih ini untuk menghaluskan cahaya yang masuk. Belinya sih bisa di toko buku untuk kertas roti. Kalau untuk kain putih bisa beli di toko kain.

Setelah itu siapkan kertas karton manila warna putih. Bisa dibeli di toko buku juga nih. Atau kalau mau hemat, bisa pakai belakangnya kalender dinding, kan biasanya polos putih dan lumayan besar. Pakai bahan yang seadanya juga gapapa kok kaya bekas kalender tadi. Lumayan hemat biaya.

Selain itu, untuk pencahayaan bisa pakai lampu meja. Butuh sekitar 2-3 lampu. Kalau misalnya nggak ada lampu meja, bisa pakai LED Strip beli di marketplace, tapi kalau ini harus ngerti cara pakenya sih. Karena harus sambungin LED Strip ke sumber listrik.

Sisanya siapkan peralatan seperti selotip,lakban,penggaris,pulpen, gunting, lem, dan cutter. Setelah bahan semua siap, saatnya mengukur kardus. Buat kotak yang diberi jarak kira-kira 5 cm dari pinggir kardus.

Buat juga kotak seperti ini di tiga sisi lainnya. Kiri, kanan, dan atas.

Kalau sudah jadi, mulai deh potong kotak yang tadi sudah digambar. Usahakan pelan-pelan potongnya, karena kardusnya bisa meleyot gitu kalau terlalu kencang motongnya. Pakai cutter ya untuk potongnya.

Setelah selesai dipotong, maka hasilnya akan seperti ini ya. Kiri, kanan, dan atas kardus bolong.

Nah, sisa kardusnya yang di kiri kanan juga ikutan dipotong ya. Jadi hasil akhirnya seperti ini

Kalau sudah, potong kertas manila putih tadi sehingga muat di dalam kardus, untuk lebih jelasnya lihat gambar ini ya. Kertas karton manila itu ditaruh di belakang nantinya dijadikan background foto produk. Kenapa sih warna putih? karena dengan background warna putih membuat produk kita lebih menonjol. Coba kalau background fotonya warna-warni, nanti jadi fokusnya ke background bukan ke produknya.

Kalau sudah, sekarang ambil kertas roti dan tempel di kardus yang bolong tadi. Bisa pakai selotip ya untuk menempelkannya.

Nah, kita bisa menempatkan lampu di kiri, kanan dan atas kardus. Untuk lampu atas si opsional ya.  Supaya lebih halus cahaya yang dari lampu, biasanya saya bungkus lagi lampunya pakai kain putih supaya lebih halus cahayanya.

Letakkan produk yang ingin difoto di dalam kardus. Lalu produk bisa difoto deh produknya menggunakan kamera.

Bagaimana? Mudah kan buat studio foto mini untuk keperluan foto produk kamu. Kamu bisa banget foto produknya pakai kamera dari handphone. Kalau pakai kamera DSLR bisa juga sih, cuma kan lumayan tuh ngeluarin budget untuk beli kamera yang harganya lumayan mahal. Kalau saya sih saranin pakai kamera handphone aja. Kenapa sih kamera handphone? pertama kamera handphone itu kecil, nggak sebesar kamera DSLR atau mirrorless. Lumayan loh pegel tangan angkat kamera DSLR. Alasan kedua, kita bisa langsung edit pakai aplikasi yang ada di handphone. Banyak banget aplikasi editing foto yang bisa bikin foto lebih keren. Ketiga, kita bisa langsung upload di akun bisnis sosial media dan marketplace. Kebayang kan praktisnya gimana kalau pakai handphone?

Ngomongin soal handphone, kebetulan Samsung baru launching produk baru nih yaitu Samsung Galaxy A7 pada 11 Oktober yang lalu di Kuala Lumpur. Pas banget sama kamu yang lagi butuh handphone yang punya fitur bagus untuk foto produk. Kita bahas satu-satu ya. Pertama soal body handphone ini nih, saat lihat Samsung Galaxy A7 langsung kepincut sama body glass nya yang memberikan kesan mewah banget. Untuk warna yang tersedia di model Samsung Galaxy A7 ini ada warna black, blue, gold dan pink. Layarnya sudah 6 inch dan sudah dilapisi corning gorilla glass. Untuk ukuran handphone ini sih beratnya enteng banget, cuma 168 gr. Lalu untuk slot nano sim ada 2 dan ada 1 slot lagi khusus untuk microSD kalau pengen nambah memori. Samsung Galaxy A7 support microSD sampai 512 GB loh. Banyak banget kan, bisa puas deh nonton film drama korea di handphone, atau install game baru.

Untuk display, Samsung Galaxy A7 sudah dilengkapi sama layar Super AMOLED capacitive touchscreen 16M color. Pastinya layar Samsung Galaxy A7 jernih banget dan nyaman dilihat. Untuk operating system nya sendiri, Samsung Galaxy A7 sudah menggunakan Android 8.0 ( Oreo ). Samsung Galaxy A7 dilengkapi dengan chipset Exynos 7885 Octa (14 nm), CPU Octa-core (2×2.2 GHz Cortex-A73 & 6×1.6 GHz Cortex-A53). Untuk memory internal Samsung Galaxy A7 sudah sangat lega, pengguna dimanjakan dengan kapasitas internal 64 GB dan RAM 4 GB. Pastinya sudah sangat mumpuni untuk multitasking aplikasi dan bermain game dengan grafis yang berat.

Ketika lihat tampilan belakang Samsung Galaxy A7, saya sempat bingung dimanakah tombol untuk finger print. Ternyata tombol untuk finger print dibuat di samping kanan, tepatnya di bawah tombol volume. Responnya juga cepat untuk unlock handphone. Samsung Galaxy A7 dilengkapi dengan sound dari Dolby Atmos. Nama besar Dolby sudah tidak diragukan lagi karena memiliki kualitas suara yang bagus. Samsung Galaxy A7 ini juga dilengkapi baterai kapasitas sebesar 3300mAh, awetlah baterainya dipakai beraktivitas seharian.

Samsung Galaxy A7 ini memiliki 3 kamera belakang dan 1 LED flash. Kok banyak banget ya? Ternyata masing-masing kamera punya spesialisasinya. Untuk lensa pertama resolusi kameranya adalah 24MP dan bukaan f/1.7. Kamera kedua ultra-wide 120 derajat dengan resolusi 8MP seperti pandangan mata manusia. Kamera ketiga resolusi 5MP dengan depth sensor untuk mengatur efek bokeh. Kamera depan Samsung Galaxy A7 juga resolusinya 24MP. Jarang banget Samsung ngeluarin produk yang kamera selfienya sebesar itu.

Kita bisa gunakan kreatifitas kita di sini untuk membuat konten foto produk yang menarik dengan menggunakan kamera Samsung Galaxy A7. Jadi, selain buat foto produk pakai studio foto mini yang ada di tutorial ini, kita bisa buat foto produk yang dipakai oleh model. Misalnya, produk yang dijual adalah jam tangan. Kita bisa foto model yang tampak bahagia sambil melihat jam tangan dengan latar belakang coffee shop. Seperti tagline Samsung Galaxy A7, Capture Life Differently, kita mengabadikan momen model bisa dengan kamera ultra wide. Efek bokeh juga bisa diberikan, misalnya saja model sedang memakai jam tangan. Jadi fokus hanya kepada si model. Samsung Galaxy A7 juga dilengkapi dengan scene optimizer camera mode yaitu intelligent kamera system yang dengan otomatis mengukur saturasi, white balance dan level pencahayaan.

Gambar Dengan Kamera Utama
Gambar dengan Kamera Wide Angle

Dari dua gambar di atas terlihat kan perbedaan antara menggunakan kamera biasa dan menggunakan wide angle dari Samsung Galaxy A7. Dengan menggunakan wide angle kita bisa menangkap gambar lebih luas dan hasilnya lebih hidup.

Soal harga, dengan spesifikasi dan kualitas Samsung yang tidak perlu diragukan lagi. Dengan harga Rp 4.499.000 kamu sudah bisa bawa pulang Samsung Galaxy A7. Animo masyarakat Indonesia begitu besar saat pre order Samsung Galaxy A7. Penjualan pre order Samsung Galaxy A7 dari tanggal 12-19 Oktober 2018 habis! Buat kamu yang mau memulai foto produk pakai handphone, Samsung Galaxy A7 ini cocok banget.

 

6 comments

  1. Jadi inget waktu SMP saya ambil ekstra kulikuler nya photography,sempat buat studio mini juga. Seneng banget kak Inez nulis ini..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.