Program Dayamaya Dari BAKTI Kominfo Untuk Daerah 3T ( Terdepan, Terpencil, Terluar )

Startup,sebuah kata yang lagi hype banget beberapa tahun ini ditambah lagi ada drama korea yang mengangkat tema tentang startup. Saya tidak akan membahas tentang Han Ji Pyong atau Nam Do San kali ini hehehe. Tapi ya masih seputaran startup. Saya sendiri tidak pernah mendirikan startup, tapi setidaknya saya pernah kerja di sebuah perusahaan startup asal Singapura yang baru buka di Indonesia beberapa tahun yang lalu.

Perusahaan saya yang dari Singapura itu mulai mengembangkan bisnisnya di beberapa negara sekaligus, salah satunya Indonesia. Dengan adanya kemajuan internet, perusahaan dulu tempat saya bekerja bisa mengembangkan bisnis bisa sampai ke manca negara dengan cepat.

Bayangkan bila hal ini diterapkan di Indonesia, mengembangkan bisnis startup di negara yang berpenduduk lebih dari 200 juta. Potensi marketnya sangat besar dan seksi! Pemerintah melalui Dayamaya memiliki visi untuk mengembangkan ekonomi digital di daerah 3 T ( terdepan, terpencil, terluar ) sehingga ekosistem ekonomi digital terbentuk dan tidak terpusat di pulau besar seperti Jawa saja.

Pemerintah melalui BAKTI ( Badan Aksesibiltas Telekomunikasi dan Informasi ) dari Kementrian Kominfo menyelenggarakan program Dayamaya. Program ini dilakukan untuk memfasilitasi startup, komunitas, umkm digital dari seluruh Indonesia membuat solusi tepat guna bagi masyarakat 3T dengan memberikan fasilitas seperti pelatihan SDM, eksekusi survey pasar, infrastruktur dan teknologi, sosialisasi dan pemasaran.

Dayamaya memiliki visi untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia, khususnya di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan) dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis bagi kesejahteraan masyarakat.

Fokus sektor startup, umkm, komunitas, kelompok masyarakat yang dapat mendaftar di program dayamaya antara lain kesehatan, pendidikan, agribisnis, pariwisata, fintech, logistik, dan e-commerce yang tidak mendapatkan bantuan lain dari pemerintah. Ada tiga startup yang sudah memberikan kontribusi nyata di daerah 3T yaitu Atourin, Cakap dan Jahitin.

Atourin merupakan startup yang bergerak di industri pariwisata. Perusahaan teknologi ini menawarkan jasa pariwisata secara online maupun offline. Pada tahun 2019 Atourin sudah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program dayamaya. Saat ini sudah ada 10 orang pemandu wisata di Natuna yang sudah memiliki sertifikasi pemandu wisata.

atourin

Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak di saat pandemi ini. Pelatihan yang diberikan Atourin kepada pemandu wisata se-Indonesia diharapkan dapat membuka peluang baru yaitu tur virtual. Nantinya tur virtual ini hanya menggunakan internet dan dapat menyasar wisatawan domestik maupun mancanegara.

Cakap merupakan startup yang bergerak di industri pendidikan. Sebagai platform online untuk belajar bahasa asing, nantinya diharapkan Cakap dapat mendukung SDM untuk mahir berbahasa Inggris. Hal ini tentunya akan mendukung industri pariwisata yang ada di lokasi tersebut. Bila daerah tersebut ingin dipromosikan ke mancanegara, tentunya SDM yang ada seperti hotel dan industri pariwisata lainnya harus sudah siap menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa internasional.

cakap

Pada tahun 2019 Cakap sudah berkontribusi dengan menyelenggarakan digital assesment yang diikuti oleh 250 siswa SMA yang ada di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dilakukan secara online oleh guru bahasa inggris asing.

Antusias dari daerah lain untuk belajar bahasa dengan Cakap sangat tinggi. Terbukti beberapa propinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Maluku Utara,Sulawesi Utara dan Bangka Belitung sudah ikut mendaftar menjadi peserta. Peserta akan mendapatkan kelas webinar, ebook, video pembelajaran, kuis untuk evaluasi, pendampingan guru, serta sertifikat bila berhasil menyelesaikan seluruh program.

Jahitin merupakan startup yang menghubungkan konsumen dengan penjahit lokal. Jahitin juga memiliki jahitin academy yang memberikan pelatihan seputar dunia jahit menjahit. Jahitin academy mengadakan workshop di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk mengolah limbah kain tenun menjadi cushion pillow.

jahitin

Selain memberikan workshop cushion pillow dari limbah kain tenun, jahitin juga membantu penjahit di Sumba untuk belajar membuat masker yang sesuai standar kesehatan. Workshop ini difasilitasi oleh BAKTI dan Kementrian Desa, dan Pemberdayaan daerah tertinggal. Hasilnya? Orderan sebanyak 5000 masker untuk penjahit di Sumba!

Semoga dengan adanya program dayamaya ini semakin banyak startup, komunitas, dan umkm yang bisa berkontribusi untuk masyarakat 3T. Semua tidak bisa dilakukan seorang diri, namun butuh kolaborasi.

9 comments

  1. sektor wisata, pelatihan bahasa Inggris memang penting sekali.
    Karena para UMKM bisa interakhis langsung dengan pembeli internasional, dan berpeluang menjalin kerjasama yang akan menguntungkan UMKM itu sendiri ya.

    1. Zaman sekarang yang gak bisa bahasa inggris kayaknya susah ya Mba Vi. Kalo zaman kita dulu masih winwin solution, pasif pun tak apa. Nah kalo anak-anak kita zaman sekarang mau gak mau harus bisa keduanya, speaking dan writing.

  2. Semoga semakin banyak ya kak program sejenis terutama untuk menolong UMKM dalam situasi pandemi sekarang..dan semoga banyak pelaku UMKM yang terbantu

  3. Seneng banget kalau banyak UMKM dan Start Up yang berkembang di Indonesia. Semoga ini bisa meningkatkan perekonomian Indonesia yang sekarang lagi melesu karena pandemi Covid-19.

  4. Saya sudah lama dengar tentang Cakap ini. Sejak masih awal-awal mereka menyediakan les bahasa Mandarin. Sekarnag sudah multilanguage. Keren banget, bisa berkontribusi untuk daerah tertinggal. Salut sama CEO-nya dan terima kasih untuk BAKTI yang telah memfasilitasi startup2 hebat ini.

  5. Hai Mb Inez, salam kenal πŸ™‚
    Btw emang startup lagi happening banget apalagi aku tim Han Ji Pyeong
    Eh tapi ini lagi ngomonin programnya Dayamaya dari BAKTI Kominfo ya mb, keren sih kataku program beginian apalagi untuk daerah yang terpencil dan luar gitu

  6. Salut dengan program Dayamaya yang memiliki visi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia, khususnya di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan) dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis bagi kesejahteraan masyarakat ini. Semoga makin banyak start up yang akan maju seperti yang telah terbantu oleh program ini

  7. Program seperti program Dayamaya ini memang diperlukan yaa, untuk kemajuan Start Up maupun UMKM yang sudah ada agar lebih berkembang dan manfaatnya pun makin meluas

  8. Program keren, semoga makin banyak UMKM, Start up dan komunitas yang merasakan manfaatvatas hadirnya program Dayamaya iniπŸ‘

    Memang sekarang waktunya untuk kolaborasi biar maju bareng, berdaya bareng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.