Peran StartUp Unicorn Dalam Mendorong Pertumbuhan Digital Economy Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya dihubungi oleh teman saya yang memiliki warung makan di wilayah Grogol. “Ci Inez, kita lagi ada promo loh! Kalau bayar di tempat menggunakan Go-pay bisa dapat cashback 20% sampai dengan 20 ribu rupiah!” Warung teman saya ini hanya mengandalkan go-food untuk berjualan. Bukanya pun terbatas dari jam 5 sore hingga 10 malam. Teknologi yang dibuat oleh Gojek ini membantu sekali bagi pemilik warung kecil teman saya. Hanya dengan scan QR Code pembeli bisa langsung membayar. Dari sisi penjual juga tidak perlu repot mencari kembalian, dari sisi pembeli juga praktis karena tidak perlu membawa uang cash yang banyak. Dengan adanya cashback yang diberikan gojek, membuat warung teman saya ini pun meningkat penjualannya. Pastinya, warung teman saya ini mendapatkan exposure bagi pengguna gojek yang ingin mencari makanan di sekitaran Grogol.

Cara Gojek Mengedukasi Pasar Mengenai Go-Pay

Promosi secara terus-menerus dilakukan oleh Gojek untuk mengenalkan payment system kepada seluruh masyarakat. Misalnya saja, di beberapa restoran makanan, Gojek memberikan cashback dari 20-50% apabila pelanggannya membayar menggunakan gopay sebagai metode pembayaran. Banner yang dipasang di gerai restoran tersebut membuat gopay semakin dikenal oleh masyarakat. Selain itu, peran driver gojek juga sangat besar. Ketika penumpangnya menyelesaikan perjalanan, driver selalu menanyakan apakah ingin mengisi saldo. Di satu sisi driver gojek dijadikan sebagai brand ambassador dari gojek untuk mengenalkan gopay. Di sisi lain driver akan mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan reward apabila berhasil top-up saldo gopay milik pelanggan.

Go-Jek Startup Unicorn Asal Indonesia

Gojek sendiri hanyalah platform yang mempertemukan antara pemilik kendaraan dan penumpang yang membutuhkan layanan transportasi yang murah, mudah, dan cepat. Go-Jek hadir menjawab permasalahan penduduk Indonesia akan pelayanan transportasi umum. Lalu seiring dengan berjalannya waktu Gojek mulai menyediakan layanan pengantaran barang, pemesanan obat ( go-med ), dan platform bagi jasa seperti membersihkan rumah(go-clean), perawatan kecantikan (go-glam)dan pijat professional (go-massage). Dengan adanya layanan tersebut, GoJek membuka lapangan kerja baru bagi jutaan penduduk di Indonesia. Nilai valuasi saham Gojek pun naik drastis. Saat ini Gojek termasuk perusahaan startup unicorn yang memiliki nilai valuasi saham lebih dari 1 milyar dollar.

Tokopedia & Bukalapak : e-Commerce Startup Unicorn

Saat ini ada dua startup yang menjadi sorotan di dunia e-commerce. Pertama Tokopedia, dan yang kedua adalah Bukalapak. Kedua startup ini adalah buatan anak bangsa. Saya pribadi pernah bertemu dengan kedua foundernya. Mereka adalah orang yang visioner dan rendah hati, karena masih mau menerima masukan saya yang hanya seorang penjual beberapa tahun yang lalu.

Persaingan di e-Commerce saat ini cukup ketat, karena sudah mulai banyak bermunculan e-Commerce dari luar negri seperti Shopee,JD.id, Lazada yang berusaha untuk memenangkan pasar e-Commerce di Indonesia. Banyak cara yang dilakukan oleh marketplace tersebut, seperti misalnya memberikan diskon besar, potongan ongkos kirim hingga gratis ongkos kirim.

Masalah distribusi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh e-Commerce ini. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, distribusi barang pastinya akan terhambat karena infrastruktur belum merata. Bayangkan bila saluran distribusi dan pergudangan sudah terintegrasi dengan baik.

Fintech, Akankah Menjadi Startup Unicorn Selanjutnya?

Mungkin beberapa tahun ini nama fintech semakin sering terdengar. Fintech sendiri merupakan platform peer to peer landing, yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan peminjam. Dalam rentang waktu 9 bulan, terhitung dari Januari sampai dengan September 2018, menurut Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia, pertumbuhan fintech menyentuh angka 440% dengan nilai 11,8 trilyun rupiah. Debiturnya sendiri sekitar 2,6 juta orang.

Market fintech ini terbilang sangat seksi. Bagaimana tidak, setiap tahunnya ada 1600 trilyun permintaan pasar akan kredit, namun hanya ada 600 trilyun yang bisa disalurkan setiap tahunnya oleh perbankan dan multifinance. Ada gap sekitar 1000 trilyun yang belum tersentuh, dan market ini lah yang menjadi sasaran fintech untuk memberikan pinjaman.

Apakah fintech bersaing head to head dengan perbankan dan multifinance? Tidak. Justru fintech ini merupakan solusi bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan kredit perbankan karena dianggap tidak memenuhi kriteria. Misalnya saja, fintech menyediakan pinjaman online bagi orang yang memiliki penghasilan dimulai dari 1,5 juta rupiah dengan tempo pembayaran 14 hari- 30 hari, atau maksimal 2 tahun. Fintech sendiri pun dibatasi oleh OJK boleh menyalurkan dana dengan nilai maksimal 2 milyar rupiah. Bank sendiri tidak menyediakan produk dengan masa pinjaman kurang dari 1 bulan.

Fintech ini sendiri membantu pergerakan ekonomi di Indonesia. Misalnya saja ada fintech yang khusus membantu para petani rumput laut untuk mengembangkan bisnisnya, atau fintech yang khusus membantu pedagang online atau marketplaceĀ  mendapatkan akses pinjaman supaya dapat membeli stok lebih banyak. Dengan adanya suntikan dana dari fintech tersebut diharapkan usaha dari masyarakat bisa semakin berkembang dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian Indonesia.

 

 

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.