Pelecehan Seksual Di Halte Transjakarta

Kisah ini merupakan kisah nyata yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Mungkin sekitar tahun 2010 atau 2011. Saat itu saya hendak pergi ke arah Pondok Indah menggunakan bis transjakarta dari halte harmoni. Waktu itu saya pergi di hari Minggu karena saya akan mengajar ke arah Pondok Labu. Saya melihat antrian sudah sangat panjang sekali. Jaman itu belum ada ojek online. Saya menggunakan bis untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh.

Ketika masuk ke halte harmoni,halte penuh sesak dengan orang-orang. Saya mengantri di antrian yang penuh sesak itu. Saya tetap menjaga jarak beberapa centimeter dengan orang yang ada di depan maupun di belakang saya. Antrian semakin panjang, bis tidak kunjung datang.

Saya merasakan ada yang aneh dengan orang yang di belakang saya. Nampaknya dia mendorong-dorong saya terus-menerus. Sesekali dia menggesekkan tubuhnya ke area belakang saya. Awalnya saya mencoba menghindar. Namun bagian depan saya nampaknya sudah mentok tidak bisa maju lagi. Gerakannya sekarang makin aneh, yaitu gerakan maju mundur. Saya ketakutan.

Saya bisa merasakan kelamin pria di belakang saya ini. Rasanya badan ini lemas dan saya ketakutan. Untuk pertama kalinya saya mengalami pelecehan seksual di halte. Saya tidak bisa berkata-kata. Saya berusaha menahan dengan menutup bagian belakang tubuh saya dengan tas. Untungnya bis segera datang. Saya berlari dan duduk, dia mengejar saya namun tidak bisa mendapatkan posisi dekat saya.

Ternyata pelecehan seksual di kendaraan umum seringkali terjadi. Ketika saya bercerita tentang hal ini, teman saya mengalami kejadian yang hampir mirip. Namun hal itu terjadi saat dia naik bis umum. Orang yang ada di samping dia melakukan masturbasi dan menunjukkan alat kelamin ke teman saya. Hal ini menjijikan dan bagi saya orang-orang seperti ini sudah tidak waras atau memiliki kelainan.

Sejak saat itu saya memilih untuk tidak mengantri di halte besar transjakarta harmoni. Saya lebih baik naik kendaraan umum yang lain. Pilihan yang lain, saya lebih baik memilih mengantri di halte yang lebih sepi.

Perbuatan tidak menyenangkan yang saya alami berikutnya adalah ketika saya naik angkot. Saya memiliki pengalaman diincar pencopet ketika duduk di dalam mobil angkot. Makanya saya naik angkot dan duduk di sebelah supir. Saat itu malam sekitar jam 7. Saya naik angkot dari arah Slipi ke Tanah Abang. Tiba-tiba supir angkot itu memegang tangan saya dan bagian paha saya. Lalu supir brengsek ini mengajak berhubungan intim di hotel. Saya rasa ini adalah bentuk pelecehan seksual yang dilakukan supir kepada saya.

Saat itu saya sendirian di dalam angkot hanya berdua dengan supir. Pikiran saya sudah sangat kacau. Saya ingin lompat keluar dari angkot. Saya berteriak dan meminta diturunkan segera oleh supir angkot, sambil mengancam saya akan teriak dan melompat paksa. Akhirnya saya diturunkan dan saya naik taksi pulang ke rumah.

3 comments

  1. Tahun 2010 memang sedang marak kasus pelecehan seksual di Transjakarta. Dan karena itulah akhirnya dibuat batas area untuk wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.