Dulu waktu saya kecil saya sangat senang membaca buku. Apa pun itu saya baca. Koran, majalah anak-anak seperti Bobo, Donal Bebek, komik Paman Gober, komik sailor moon dan masih banyak sekali. Hari-hari saat saya masih kecil saya lalui dengan membaca. Saat itu belum ada internet. Sumber kesenangan saya adalah dengan membaca.
Pernah suatu ketika saya masih kelas 1 SD dan sangat ingin membeli komik Sailor Moon. Saat itu harganya mungkin sekitar 4000. Suster saya rayu untuk membeli komik tersebut. Dia yang pegang uang jajan saya. Saat itu sehari uang jajan saya 500. Kira-kira butuh uang jajan seminggu untuk bisa membeli komik tersebut.
Akhirnya komik itu saya beli. Ketika sampai rumah dan papi saya lihat, murka sekali dia. Buku komik itu nyaris dirobek-robek oleh beliau. Padahal tidak ada yang salah dengan hal itu. Saya membeli pakai uang jajan saya sendiri. Tapi ya namanya juga orang tua, saya tidak ngerti juga jalan pikirannya. Mungkin bagi dia buku komik tidak berguna. Hehehe.
Harta Karun Baru, Perpustakaan
Saya paling suka pergi ke perpustakaan. Saya masih ingat perpustakaan itu ada di lantai 2 sekolah saya. Di sana banyak sekali buku-buku yang bergambar. Saya sangat suka buku yang kalau dibuka bisa digerak-gerakan. Saya cukup akrab dengan pegawai perpustakaan di sana. Saya suka melihat ibunya melipat buku dan membungkus buku dengan plastik sehingga buku menjadi lebih awet.
Beranjak remaja saya mulai mengenal buku novel. Salah satu novel yang membuat saya tidak bisa berhenti untuk membacanya adalah novel Harry Potter. Membaca novel tersebut kita seperti masuk ke dalam buku tersebut. Tersihir dengan setiap kata-kata dan membayangkannya. Saya dapat membaca buku setebal ratusang halaman hingga 2-3 hari saja. Saya memperoleh skill membaca cepat ini ketika saya masih SD.
Teknik Membaca Cepat
Untuk mendukung hobi saya membaca, saya pernah diikutkan dengan workshop membaca cepat. Saya ingat saat itu saya adalah peserta termuda di sana. Kira-kira saya masih kelas 2 atau 3 SD. Sampai saat ini teknik membaca cepat ini sangat membantu saya dalam membaca. Skill ini sebenarnya harus dilatih jika ingin membaca cepat secara konsisten. Kita juga harus konsentrasi penuh ketika sedang membaca cepat. Dengan teknik membaca cepat saya bisa membaca 4-5 komik dalam waktu 1 jam saja saat itu.
Toko Buku Tempat Mojok Saat Weekend
Dulu saat SMP hingga kuliah kalau weekend saya minta ikut papi saya pergi ke Gramedia. Tujuannya selain beli buku tentunya untuk baca buku gratis di sana. Saat itu buku tidak diplastikin seperti saat ini. Buku dibuka begitu saja dan kita bisa baca sepuasnya. Saya biasanya bawa beberapa buku dan duduk di pojokan. Petugas security sampai menghampiri saya berkali-kali saat tahu kalau saya sedang duduk di lantai untuk membaca buku. Sekarang jamannya sudah beda. Semua buku diplastikin. Ngga bisa lihat isinya dulu. Hehehe.
Internet, Memalingkan Duniaku
Setelah mengenal internet minat membaca buku fisik saya menurun. Saya tidak membaca buku seperti dahulu. Saya lebih senang browsing dan membaca berbagai macam hal di internet. Seperti dapat mainan baru. Yang menyenangkan dari internet, saya dapat membaca buku berbahasa inggris dengan berbagai topik yang tidak akan ditemukan di Indonesia dalam format ebook. Jika kesulitan memahami inggris, silahkan buka google translate untuk melakukan penerjemahan. Seperti mendapatkan informasi yang overload. Saya sampai bingung harus menyelesaikan mana dulu yang harus dipelajari atau dibaca.
Oh ya saya punya teman nih yang rajin nulis blog seputar buku. Blog book reviewer ini milik teman blogger saya. Selain itu blognya berisi perjalanan juga milik travel blogger Annie Nugraha. Semoga link nya bermanfaat bagi yang ingin cari review buku bagus.
