Cek Fakta Demam Berdarah Yuk, Demi Kewaspadaan Diri dan Keluarga

Demam berdarah dengue (DBD) ialah suatu jenis penyakit ‘langganan’ saat musim hujan dimulai. Dalam melindungi keluarga Anda dari adanya penyakit ini, maka perlu diketahui terlebih dahulu terkait fakta-fakta yang menyertainya serta untuk selalu melakukan pencegahan DBD melalui cara-cara yang efektif yang tentu saja dapat mudah dilakukan.

Seperti diketahui pula bahwa selama ini terdapat banyak orang yang mengira penyakit demam berdarah diakibatkan oleh nyamuk Aedes aegypti seperti yang banyak diberitakan. Akan tetapi pada kenyatannya, nyamuk ini hanya berperan atau berfungsi saja sebagai perantara dari adanya virus dengue di dunia. Penyebab yang sebenarnya dari penyakit ini ialah disebabkan virus dengue yang terbawa akibat nyamuk  Aedes Aegypti kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit dengan  gigitan-gigitan.

Negara-negara yang memiliki iklim tropis contohnya ialah Indonesia sehingga pada wilayah tropis seperti Indonesia ini kemudian penyakit demam berdarah mudah akan mudah sekali mewabah atau menjadi pandemi. Saat musim penghujan maka kondisi lingkungan sekitar dan cuaca yang mendukung menjadi hal yang dapat menopang terjadinya perkembangbiakan nyamuk.

Apabila kamu mengalami infeksi akibat virus demam berdarah, maka kamu pun dapat mengalami gejala yang ringan, hingga bahkan tidak mengalami gejala. Namun,  demam berdarah tetap merupakan penyakit yang perlu diwaspadai hal ini karena akan menimbulkan gejala yang berat, contohnya saja pendarahan yang dapat terjadi suatu waktu yang mendadak dan mengagetkan. Apabila kondisi kemudian terlambat untuk ditangani dan mendapat penanganan, kondisi ini pun mampu menyebabkan kematian pada penderitanya yang sedang mengidap.

Agar dapat lebih waspada terhadap demam berdarah, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui informasi yang benar mengenai penyakit demam berdarah ini. Berikut terdapat beberapa fakta yang dikaitkan dengan  penyakit demam berdarah yang cukup penting sebagai informasi untukmu:

  • Ciri demam berdarah tidak bisa langsung muncul begitu saja, tetapi juga memerlukan waktu 4 hingga waktu 10 hari dari kejadian kamu tergigit nyamuk sebagai pembawa virus dengue.
  • Data yang diperoleh dari database Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus DBD sampai dengan waktu awal Februari 2019 mencapai 16.692 kasus dengan catatan bahwa 169 orang meninggal dunia. Jumlah ini tentunya meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 13.683 kasus dengan catan pula bahwa 133 orang meninggal dunia.
  • Terdapat ciri demam berdarah yang ditemui paling umum diantaranya munculnya demam tinggi yang tak disangka mampu sebesar 40 derajat Celsius, tak ketinggalan tubuh pengidapnya pun menggigil dan berkeringat. Terdapat ciri demam berdarah lain yang jarang orang sadari dan perhatikan berupa gejala lain seperti sakit kepala, nyeri tulang dan otot, tak ketinggalan mual, dan yang menyakitkan ialah hingga perdarahan pada hidung dan gusi.
  • Bintik-bintik merah pada pasien pengidap penderita demam berdarah yang muncul di permukaan kulit ialah sebagian dari tanda terjadinya perdarahan pada kulit karena kejadian penurunan keping darah.
  • DBD mampu kemudian tidak kalah untuk berkembang menjadi kondisi berat dan menimbulkan situasi gawat yang sulit dikondisikan atau sering disebut pula dengan Dengue Shock Syndrome (DSS).
  • DBD pun mampu menimbulkan risiko yang menjadi penyebab kematian saat pasien pengidap penderitanya alami syok yang disebut syok dengue karena perdarahan.

Nyamuk Aedes aegypti justru tidak senang bersarang di tempat kotor atau tidak terawat. Nyamuk jenis ini merupakan nyamuk yang sangat senang saat bersarang di air bersih yang dibiarkan tergenang dan tidak dibersihkan olehmu.

Oleh karena itu diwajibkan untuk mengeringkan genangan air serta menutup maupun menguras penampungan air bersih, jangan lupa pula untuk mengubur barang bekas sehingga tidak dijadikan sarang nyamuk oleh nyamuk jenis ini sebagai langkah utama pencegahan DBD.

 

One comment

  1. Wah, terima kasih ya infonya. Mencerahkan. Meski sekarang lagi happening banget tentang Covid-19, rasa-rasanya DBD ini juga gak boleh dilupakan. Harus tetap waspada dan jaga kebersihan biar nyamuknya gak berkembang biak, terutama di lingkungan kita 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.