Review Drama Korea Extraordinary Attorney Woo

Salah satu drama yang saya tonton di bulan ini dan sangat terkesan adalah Extraordinary Attorney Woo. Seorang gadis yang high function autism berkarir sebagai pengacara di salah satu firma hukum besar di Korea. Baru pertama kali dengernya sih ada seorang penderita autis yang bisa bekerja secara normal. Keponakanku juga ada autism, tapi tidak sekolah dan bener-bener berbeda dari yang ada di film. Saya jadi menambah wawasan baru seputar dunia autis.

Jujur saya sangat terkesan dengan acting Park Eun Bin yang memerankan Woo Young Woo. Jadi tokoh utamanya ini seperti memiliki dunianya sendiri dengan paus dan lumba-lumba. Dia bisa menghapal berbagai jenis spesies paus dan lumba-lumba. Setiap orang yang dia temui pasti diajak ngobrol tentang paus atau lumba-lumba. Dia juga cuma suka makanan korea Gimbab. Apa karena bapaknya buka restoran gimbab ya jadi cuma makan satu jenis makanan saja?

Woo Young Woo masuk ke firma hukum Hanbada lewat jalur orang dalam. Maklum ya, orang Korea sama aja kaya Indonesia. Kalau nggak pakai orang dalam susah masuk dengan mulus. Di sana juga pastinya melihat Woo Young Woo memiliki autis tentu pada menolak di tahap awal. CEO Hanbada mengetahui Woo Young Woo memiliki potensi yang luar biasa, namun di balik itu dia juga tahu bahwa Woo Young Woo dapat digunakan sebagai kartu AS untuk melawan firma hukum Taesan.

Setelah masuk ke firma hukum Hanbada, seluruh orang menyepelekan Woo Young Woo. Namun satu-demi satu mulai mengakui bahwa Woo Young Woo memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dia bisa memenangkan kasus demi kasus yang ditangani firma hukum Hanbada.

Ada beberapa konflik yang dihadirkan di dalam drama korea ini. Misalnya saja rekan kerja Woo Young Woo bernama Kwon Min Wo yang iri melihatnya mudah sekali masuk ke firma hukum Hanbada. Kwon Min Woo menyelidiki kenapa Woo Young Woo ini bisa diterima ke Hanbada dengan mudahnya. Dia mendapatkan fakta bahwa Woo Young Woo merupakan anak CEO Taesan.

Merasa diperlakukan tidak adil, Kwon Min Wo ingin menjatuhkan Woo Young Woo dengan berbagai macam cara. Dia membuat kesepakatan dengan CEO Taesan agar dia bisa diterima di firma hukum Taesan bila Woo Young Woo mengundurkan diri atau dipecat dari firma hukum Hanbada.

Drama ini juga dilengkapi dengan kisah romansa antara Woo Young Woo dan rekan sekerjanya di firma hukum Hanbada. Lee Joon Ho yang diperankan oleh Kim Tae Oh ini adalah cowok idola cewek-cewek di kantor. Saya sempet bingung juga, apa iya bisa gitu hubungan real di dunia nyata bisa seperti couple ini? Jujur sulit banget pastinya mengimbangi percakapan, visi, misi dalam suatu hubungan. Saya melihat sisi romansa ditampilkan secara manis, tidak berlebihan, dan bikin gemes. Pokoknya harus lihat deh!

Romansa ini juga merupakan bagian dari konflik yang ada di dalam drakor. Kebayang nggak sih gimana insecure nya Woo Young Woo ketika berjumpa sama kakaknya Lee Joon Ho. Ketemu kakaknya pacar yang jelas-jelas menolak hubungan. Ngegap gitu gak sengaja dengernya, kalau saya sih udah nangis tersedu-sedu. Habis denger ucapakan kakak Lee Joon Ho yang menyayat hati Woo Young Woo minta putus saja. Aduh sedih lihat babang Lee Joon Ho uring-uringan. Sini bang sama adek aja. Ehhh.

Tiap episodenya sangat menarik. Sangat relate dengan kehidupan di dunia nyata. Cara melakukan argumentasi hukumnya juga menarik. Pokoknya nonton Extraordinary Attorney Woo ini sangat nagih banget dan cocok banget buat kamu yang pengen nonton drakor komedi, sedikit serius, dan romansa yang bikin gemes. Grafis 3D pausnya bagus banget memanjakan mata banget. Selamat nonton. Buat saya nilai untuk drakor ini 9/10. Saya rekomendasiin drama korea Extraordinaryg Attorney Woo, ditonton dari awal sampai akhir bikin penasaran banget! Semoga ada part selanjutnya!

Oh ya guys saya mau promosiin blog temen saya Ugik Madyo nih. Banyak banget bahas kuliner, lifestyle, dan lain-lain. Mampir yooo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.