Mengalami pubertas adalah hal yang pasti bagi setiap manusia. Masa pubertas merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju remaja. Tentunya fungsi-fungsi organ seksual bagi remaja ini juga berkembang. Namun seringkali informasi seputar kesehatan seksual dan reproduksi tidak dimiliki oleh remaja. Orang tua merasa canggung atau tabu untuk mendiskusikan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sehingga banyak anak yang masih bingung atau tidak mengerti tentang kesehatan seksual dan reproduksinya. Hal ini juga dialami oleh banyak anak disabilitas dan OYPMK, padahal hak untuk mengetahui kesehatan seksual dan reproduksi juga berlaku bagi mereka.

NLR Indonesia melalui Ruang Publik KBR membawakan topik seputar hak kesehatan dan reproduksi seksual bagi OYPMK dan remaja disabilitas. Pembicara acara talkshow ini antara lain Nona Ruhel Yabloy yang merupakan Project Officer dan HKSR, NLR Indonesia. Pembicara kedua yaitu Westiani Agustin founder dari Biyung Indonesia. Pembicara ketiga yaitu pelajar remaja champion program HKSR yaitu Wihelimina Ice.
Peran Orang Tua Dalam Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi
Menurut Ibu Nona, orang tua seringkali menganggap bahwa anak-anak mereka nantinya akan mengetahui sendirinya tentang kesehatan seksual seiring dengan pertambahan usia. Padahal orang tua perlu mengkomunikasikan apa itu menstruasi kepada anak perempuan dan apa itu mimpi basah kepada anak laki-laki. Ketidak tahuan anak terutama anak disabilitas dan OYPMK seringkali membuat si anak menjadi korban kekerasan seksual atau korban pelecehan seksual.
Informasi banyak di luar, namun tidak sepenuhnya informasi itu benar. Orangtua, keluarga, pengajar di sekolah perlu menyampaikan informasi yang benar dan tepat ke anak. Misalnya saja ditemukan di lapangan bahwa masih banyak anak remaja perempuan yang menggunakan satu pembalut untuk seharian. Padahal itu tidak sehat untuk kesehatan reproduksinya.
Hal yang perlu diketahui oleh anak dengan disabilitas dan OYPMK menurut Ibu Nona antara lain tentang alat reproduksi diri sendiri, pubertas, keberanian untuk speak up bila mengalami pelecehan atau kekerasan seksual, membangun relationship yang sehat, kebersihan diri,dan mengajarkan bagaimana agar tidak terjadi bullying.
Edukasi Hak Menstruasi Sehat
Masuk ke sesi berikutnya Ibu Westiani menjelaskan bahwa menstruasi merupakan hal yang wajar dialami oleh seluruh wanita di seluruh dunia. Namun penggunaan pembalut sering kali dikatakan sebagai penyumbang sampah terbesar di seluruh dunia. Biyung Indonesia membuat produk pembalut kain untuk berkontribusi dalam mengurangi limbah pembalut. Seiring berjalannya waktu ternyata dari data yang dihimpun hanya ada 20% wanita dari seluruh dunia yang memiliki akses untuk pembalut kain. Hal ini dianggap tidak signifikan, justru Ibu Westiani menemukan masalah lain yaitu Period Poverty. Wanita tidak mendapatkan hak untuk menstruasi sehat. Jadi jika ingin lebih berdampak pengurangan limbah pembalut perlu menjangkau 80% sisanya dengan edukasi hak menstruasi sehat.
Kapan Sebaiknya Mulai Mengajarkan Anak Tentang Kesehatan Seksual dan Reproduksi?
Pembicaraan seputar kesehatan seksual dan reproduksi harus diajakan sejak dini. Misalnya saja toilet training, dimana harus ganti baju, melarang menyentuh organ intim, siapa saja yang boleh menyentuh. Tiap anak berbeda-beda jadi harus melihat dari tiap individu anak apa sudah siap atau belum untuk menerima informasi. Misalnya saja pembicara adik Ice ini mendapatkan informasi seputar menstruasi dari keluarganya di saat dia berusia 13 tahun.
Informasi seputar kesehatan seksual dan reproduksi bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu saja atau ayah saja namun menjadi tanggung jawab bagi kedua orang tua. Ayah pun bisa memberikan informasi seputar bagaimana menjaga diri kepada anak perempuannya, ibu dapat memberikan informasi dari sisi kelembutannya untuk memberitahukan tentang hubungan lawan jenis misalnya. Perlu juga menanyakan kepada anak bila untuk topik ini nyamannya bicara dengan ayah atau ibu?
Orangtua memberikan peran besar bagi kesehatan seksual dan reproduksi pada anak. Jangan sampai anak tahu informasi yang tidak tepat dari internet maupun orang lain. Semoga informasi ini memberikan manfaat ya untuk kalian semua!
