Hari itu tidak seperti biasanya. Ayah saya nampak begitu gelisah. Sudah beberapa kali dia mencoba untuk menenangkan diri, namun tetap tidak bisa. Ayah harus menjalankan operasi untuk mengangkat tiroid yang ada di lehernya. Begitu ungkap 4 dokter yang sudah beliau temui.
Pengalaman Menggunakan Asuransi Kesehatan Cashless
Cerita ini bermula ketika dia sedang mencukur kumisnya. Nampak ada yang aneh di area sekitar leher. Tampak ada benjolan namun tidak menimbulkan nyeri. Saya menganjurkan ayah untuk menemui dokter dan bertanya mengenai benjolan tersebut.
Dokter pertama yang ditemui mengatakan bahwa mungkin itu hanya infeksi. Dokter meresepkan antibiotik untuk mengobati benjolan tersebut. Selang seminggu kemudian benjolan tidak ada perubahan. Ayah saya lalu berkonsultasi kepada dokter pertama. Dokter kemudian memberikan antibiotik kembali. Tidak ada perubahan.
Ayah saya menemui dokter internist untuk meminta second opinion. Setelah menjalani berbagai tes, disimpulkan bahwa benjolan pada kelenjar tiroidnya perlu diangkat karena berbahaya pada pria. Merasa tidak puas dengan jawaban dokter tersebut, ayah saya menemui 3 dokter lain. Jawabannya tetap sama. Harus dioperasi segera mungkin saat kondisi tubuh masih prima.
Operasi pengangkatan tiroid tersebut tentunya memakan biaya yang besar. Untunglah ayah saya memiliki asuransi kesehatan yang mengcover biaya pengobatan baik sebelum operasi, tindakan operasi, hingga pasca operasi. Puji Tuhan operasinya berjalan lancar. Saya sangat senang bahwa ayah saya pulih dengan cepat setelah operasi tersebut. Manfaat asuransi kesehatan sangatlah nyata. Bayangkan bila tidak ada asuransi kesehatan, kami harus mengeluarkan uang lebih dari Rp 15.000.000 untuk biaya operasi tersebut. Uang yang tidak sedikit, bila kami memakai uang sendiri tentunya akan mempengaruhi cash flow keuangan keluarga kami. “Untung ada asuransi,”kata ayah kepada kami. Biaya rumah sakit ditanggung sesuai tagihan dan cashless.
Mengelola Resiko Kehidupan
Hidup ini memiliki banyak resiko. Misalnya saja resiko kehilangan penghasilan. Resiko terkena penyakit. Resiko kematian. Ketiga resiko ini dapat dikelola dengan perencanaan keuangan yang baik. Bila kehilangan penghasilan, tentunya harus memiliki dana darurat sehingga dapat mengcover pengeluaran di saat penghasilan tidak ada. Bagi yang masih single setidaknya menyiapkan dana darurat 3 bulan hingga 6 bulan pengeluaran di rekeningnya. Bagi yang sudah berkeluarga minimal menyiapkan dana darurat 6 hingga 12 bulan
Setiap orang tentu akan meninggal. Hal ini termasuk resiko yang harus ditanggung oleh keluarga bila ternyata yang meninggal adalah pencari nafkah. Tentunya keluarga akan kehilangan penghasilan. Asuransi jiwa merupakan jawaban untuk mengatasi resiko ini. Uang pertanggungan jiwa dapat diklaim oleh pihak keluarga bila terjadi kematian. Setidaknya keluarga dapat menggunakan uang tersebut untuk tetap melanjutkan hidup.
Terakhir adalah resiko terkena penyakit. Ini yang terkadang bisa menguras harta dan aset yang dimiliki. Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dia akan sakit. Apa penyakit yang menimpanya di masa depan. Seperti kisah ayah saya tadi. Kondisi beliau baik-baik saja. Di usia senjanya beliau memiliki penyakit tiroid. Penyakit yang cukup membahayakan bagi pria bila tidak segera tertangani dengan baik. Asuransi kesehatan merupakan solusi untuk mengelola resiko bila terjadi penyakit. Resiko tersebut dipindahkan ke pihak perusahaan asuransi, sehingga biaya pengobatan ditanggung oleh asuransi.
Biaya Asuransi Kesehatan Cashless Astralife Seharga Ayam Geprek
Awalnya saya berpikir bahwa asuransi kesehatan cashless itu mahal. Ternyata tidak mahal loh! Setelah saya hitung di ilovelife.co.id biaya asuransi kesehatan untuk saya hanyalah Rp 415.800 per bulan. Jika dihitung, per hari hanya Rp 13.860, seharga ayam geprek lah kalau di Jakarta. Murah banget kalau menurut saya produk asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical Astralife ini.

Bayangin deh ya, dengan uang 13 ribuan per hari, saya mendapatkan manfaat dari Flexi Hospital & Surgical Astralife sebagai berikut :
- Biaya kamar Rp 1.000.000 per harinya.
- Kamar perawatan intensif hingga Rp 2.000.000 per harinya
- Biaya pembedahan sesuai tagihan
- Kunjungan dokter umum dan dokter spesialis sesuai tagihan
- Aneka perawatan rumah sakit sesuai tagihan
- Santunan tunai harian ( BPJS Kesehatan )
- Biaya ambulans darat sesuai tagihan
- Perawatan sebelum dan sesudah rawat inap sesuai tagihan
- Rawan jalan darurat dan rawat jalan gigi darurat ( maksimal 48 jam setelah terjadi kecelakaan )
- Perawatan kanker rawat jalan ( radioterapi dan kemoterapi ) sesuai tagihan
- Perawatan rawat jalan untuk dialisis/cuci darah sesuai tagihan
- Free Medical Check Up setiap 2 tahun
- Pertanggungan seluruh Indonesia
- Tanpa cek medis
Pilih mana, keluar uang 200 juta dari uang tabungan pas sakit, atau bayar 13 ribuan per hari untuk transfer resiko jika jatuh sakit? Kalau saya sih mending pilih keluar uang 13 ribuan per hari ya daripada harus kehilangan aset saya sebesar 200 juta.
Kalau Sudah Punya BPJS Masihkah Butuh Asuransi Kesehatan Swasta?
Balik lagi ke pengalaman ketika ayah saya terkena penyakit tiroid. Saat melepas jahitan operasi, ayah saya mencoba menggunakan BPJS. Asuransi yang ayah saya miliki kebetulan limit rawat jalannya sudah habis, akhirnya coba menggunakan BPJS. Mengurusnya agak ribet, harus ke faskes 1 terlebih dahulu. Melampirkan berbagai dokumen. Baru dirujuk ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, sayangnya ditolak. Mau tidak mau ayah saya harus mengeluarkan uang cash untuk membayar biaya lepas jahitan tersebut. Biaya yang dikeluarkan lumayan mahal, sekitar Rp 700.000 untuk lepas jahitan operasi.
Terkadang ada kondisi-kondisi tertentu dimana BPJS tidak bisa mengcover layanan kesehatan. Di sinilah peran asuransi kesehatan swasta untuk melengkapi kekurangan tersebut. Bila ada yang tidak bisa dicover oleh BPJS, asuransi kesehatan cashless Astralife bisa menjadi solusi. Apalagi pakai asuransi kesehatan Astralife memberikan layanan medical check up setiap 2 tahun. Tahu sendiri kan kalau medical checkup lumayan mahal harganya.
Kamu sendiri bisa mengecek berapa harga asuransi kesehatan cashless yang harus kamu bayar di website ilovelife.co.id . Harga ditentukan dari usia masuk dan limit tahunan yang dipilih. Untuk usia saya harga masih sangat murah. Jangan lupa, syarat utama kamu bisa daftar asuransi kesehatan cashless ini kamu harus sehat. Jadi jangan tunda nunggu sakit dulu baru daftar. Kalau sudah terkena penyakit kritis akan sulit diterima di perusahaan asuransi manapun. Memiliki asuransi kesehatan adalah bentuk #LoveLife pada diri sendiri.
Jangan lupa follow instagram @ilovelife.co.id dan @astralife ya guys untuk info terupdate. Kalau punya asuransi kesehatan cashless #Astralife pasti #TagihanRSJadiRingan
