Tahun 2025 sudah dimulai. Pengen deh tahun ini punya resolusi berat badan turun 30 kg. Sejak SMP badan saya mulai gemuk. Papa dan mama saya memiliki genetik gemuk. Kayanya sih menurun ke saya. Berbagai macam diet udah saya coba, namun tidak membuahkan hasil. Sempat turun lebih dari 30 kg dalam waktu enam bulan, namun tanpa pengawasan dokter. Dengan cepat berat badan balik lagi ke posisi semula. Seperti yoyo. Berat badan yang sudah turun itu membalik ke kondisi awal dan ada tambahan ekstra.
Saat saya turun berat badan drastis seperti waktu itu mungkin badan saya kaget. Jadi hormonal saya berpengaruh juga. Rambut saya rontok banyak banget. Mood berantakan. Saya memang ekstrim sih jaga makan pas itu. Kebetulan saya habis sakit dan diomelin sama dokter untuk jaga pola makan. Namun ketidakpahaman saya mengenai diet membuat diet yang saya jalani tidak efektif.
Akhir tahun 2024 saya berkunjung ke klinik Sirka. Klinik ini fokus pada obesitas dan diabetes atau bisa dibilang klinik obesitas dan diabetes (atau bahkan klinik sindrom metabolik, tidak hanya diabetes saja). Klinik ini letaknya ada di daerah Serpong. Alamat lengkapnya ada di Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3. Saya tahu klinik ini referensi dari teman online.

Sebagai orang yang obesitas, tentunya sindrom metabolik seperti diabetes sangatlah mungkin dimiliki. Apalagi riwayat papa saya yang memiliki diabetes. Saya pun memiliki diabetes. Mama saya memiliki hipertensi, menurun pula ke saya. Jadi saya memiliki diabetes dan hipertensi.
Saya penasaran ke klinik Sirka, akhirnya saya datang dan konsultasi ke klinik ini untuk merencanakan program diet yang nantinya akan saya lakukan di tahun 2025. Saat masuk ke klinik, saya diarahkan oleh bagian administrasi untuk melakukan general screening dengan perawat di lantai 2.

General checking yang dilakukan antara lain pengukuran tensi dan cek darah gcu ( glucose, cholesterol, uric ). Saat diukur, tensi saya normal. Namun hasil yang tidak bagus ditunjukan oleh cek darah saya. Gula darah saya sehabis makan sedikit tinggi daripada batas normal. Asam urat saya juga tinggi dibandingkan dengan batas normal. Untungnya kolesterol saya masih baik. Walaupun sudah di perbatasan sih. Saya jujur mengurangi makanan yang digoreng dan santan serta jeroan lainnya.

Perawat juga mengukur lingkar perut dan lingkar lengan saya. Lalu mengukur indeks massa tubuh saya di alat yang mirip timbangan. Hasilnya sangat lengkap. Terlihat berat badan, massa otot, visceral fat, massa lemak, dan body age berdasarkan data tersebut. Saya kaget banget, dengan berat saya yang sekarang, saya seperti orang dengan usia 74 tahun. Aduh, jompo banget ya. Angka ini 2 kali lipat lebih daripada usia saya yang sebenarnya!

Setelah pengukuran fisik, perawat mendokumentasikan foto saya untuk nantinya dibandingkan dengan foto setelah mulai menjalani pola diet sehat yang disarankan oleh ahli gizi di klinik Sirka.

Perawat mengantarkan saya ke Nutrisionis yang ada di lantai 1. Di sini saya bertemu dengan Nutrisionis Nanda Tri Herdianti, S.Gz. Kak Nanda menandai dengan memberikan lingkaran di tiap poin yang harus mendapatkan perhatian lebih. Misalnya saja gula darah dan asam urat. Di sini saya dijelaskan mengenai hasil dari general checking. Di Klinik Sirka sendiri ada Dokter Spesialis Penyakit Dalam, namun saat saya datang kebetulan bukan jadwal dokternya praktek. Saya harus konsultasi ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk masalah tersebut karena angkanya melewati batas normal. Dengan adanya Dokter Spesialis Penyakit Dalam di klinik Sirka, permasalahan yang saya alami bisa diatasi secara holistik di sini.
Saya juga perlu memperbanyak olahraga karena massa otot saya kurang sedikit dibandingkan standard. Olahraga yang disarankan antara lain jalan kaki, bersepeda dan berenang. Saya tidak disarankan untuk olahraga yang high impact seperti lari atau lompat. Hal ini bisa menyebabkan lutut saya mengalami tekanan yang besar dan resiko cedera dan bantalan lutut menipis.
Saya ini craving sama yang manis-manis. Jadi tiap hari saya minum kopi susu gula aren. Kak Nanda pun menyarankan ke saya untuk mulai mengubah frekuensi minum kopinya. Misalnya saja seminggu pertama boleh minum kopi 3 kali dalam seminggu. Lalu minggu berikutnya berkurang frekuensinya menjadi 2 kali dalam seminggu. Lalu menjadi satu kali saja dalam seminggu. Kak Nanda juga menyarankan saya agar meracik kopi sendiri jadi bisa memantau berapakah gula yang saya konsumsi dalam sehari. Saya pun bertanya bagaimana dengan gula stevia bila dikonsumsi dalam diet? Jawabannya boleh, tapi maksimal 2 tetes saja per hari.
Memang nggak bisa lepas gitu aja dari yang manis-manis sih. Secara psikologi juga berpengaruh. Jadi perlu secara bertahap jika mau mengurangi konsumsi gula pada kopi. Nanti kata Kak Nanda, lama-kelamaan lidah kita akan merasa makanan ini terlalu manis, karena lidah sudah dibiasakan tidak makan terlalu manis dalam waktu yang lama.

Diet Yang Disarankan Nutritionist
Kak Nanda sebagai Nutritionist Sirka menyarankan saya untuk melakukan diet LOW GI ( Glycemic index ). Diet ini adalah pola makan yang berfokus pada konsumsi makanan dengan glikemiks rendah. Low GI foods adalah bahan makanan yang cenderung dicerna, diserap dan dimetabolisme oleh tubuh lebih lambat sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Klasifikasi Indeks Glikemiks
Ada 3 klasifikasi indeks glikemiks pada makanan. GI rendah ≤ 55, GI sedang (56-69 ) dan GI tinggi. Makanan yang memiliki GI rendah antara lain oat, beras merah, ubi jalar, apel dan kacang-kacangan. Makanan yang memiliki GI sedang antara lain nasi basmati, pisang, dan kentang. Makanan GI sedang boleh dikonsumsi namun jumlahnya harus dibatasi. Makanan dengan GI tinggi antara lain permen, nasi putih, roti putih, kentang goreng. Makanan dengan GI tinggi harus dihindari.
Bahan Makanan Yang Dianjurkan
Karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi pada diet low GI ini adalah karbohidrat kompleks, seperti misalnya oat, quinoa, barley, roti gandum utuh dan beras merah. Protein yang bisa dikonsumsi seperti ikan, ayam tanpa kulit , tempe tahu dan kacang-kacangan. Sayuran yang disarankan seperti brokoli, bayam, zucchini, kale dan wortel. Buah yang disarankan seperti apel, pir, jeruk, stroberi, kiwi dan chery. Buah yang sebaiknya dihindari seperti semangka, anggur, kurma, dan buah-buahan manis. Lemak tidak jenuh yang dianjurkan antara lain almond, alpukat, chia seed dan minyak zaitun.
Pengolahan makanan juga sangat penting. Saya disarankan untuk makan makanan yang dikukus dan direbus. Gunakan minyak sedikit atau gunakan minyak zaitun. Bisa juga menggunakan air fryer untuk mengurangi konsumsi minyak.
Nantinya jika saya mengikuti diet plan yang ada di Sirka, Kak Nanda akan membuatkan saya meal plan yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian dan goals dari diet yang ingin saya capai. Meal plan ini tiap orang beda-beda. Apalagi dengan saya memiliki komorbid seperti diabetes dan hipertensi, tentunya merencanakan diet sebaiknya didampingi oleh dokter dan nutritionist. Di Klinik Sirka kita tidak perlu khawatir karena sudah ada nutritionist dan dokter yang akan memantau perjalanan menurunkan berat badan menuju berat badan ideal.
Berawal Dari Aplikasi
Sirka ini awalnya merupakan aplikasi yang ada di playstore untuk membantu orang-orang memantau asupan makanan yang dikonsumsi, progress berat badan dan aktivitas olahraga. Kita juga bisa join Sirka premium dimana nantinya bisa mendapatkan penilaian kondisi kesehatan, plan kesehatan yang dipersonalisasi oleh nutritionist, serta pendampingan 24/7 oleh dokter spesialis dan nutritionist. Akhir tahun 2024 Sirka membuka klinik di kawasan BSD untuk memenuhi permintaan pelanggan akan klinik yang fokus pada obesitas dan masalah diabetes.
Pelayanan Yang Ditawarkan Klinik Sirka
Weight loss program
Program ini merupakan kombinasi dari asupan nutrisi yang dipersonalisasi, aktifitas fisik yang terstruktur, modifikasi gaya hidup serta pengobatan injeksi / oral di bawah pengawasan medis yang dilakukan untuk mendorong penurunan berat badan. Tersedia program selama 7 hari, 1 bulan dan 3 bulan. Program yang tersedia Elite Speed + , Elite Speed + premium, Elite elevate, Elite elevate trial.
Post- weight loss program
Program ini mengkombinasikan terapi gizi yang dipersonalisasi serta panduan gaya hidup. Program ini juga dilengkapi dengan suplemen gizi khusus untuk mencapai dan menjaga berat badan, bentuk tubuh dan gaya hidup yang sehat. Program ini tersedia selama 1 dan 3 bulan. Program yang tersedia Elite Revive.
Postpartum- weight loss program
Program ini khusus dirancang untuk para ibu yang habis melahirkan untuk mencapai penurunan berat badan namun tetap memastikan produksi ASI optimal. Program ini mencakup strategi nutrisi yang dipersonalisasi, rencana aktifitas fisik, modifikasi gaya hidup, suplementasi khusus untuk mendukung produksi ASI yang sehat. Tersedia dalam program 1 dan 3 bulan. Program yang tersedia Elite Restore.
Selain program di atas, Klinik Sirka juga menyediakan layanan medical checkup, IV booster ( bisa home service), dan juga program-program yang dipersonalisasi untuk mengatasi permasalahan sindrom metabolik dan juga obesitas. Klinik Sirka juga memberikan perawatan holistik dan juga ada dokter-dokter spesialis yang menunjang seperti Sp.Gizi Klinis, Sp. Penyakit Dalam, Sp. Jantung & Pembuluh Darah (coming soon ).
Nama-nama dokter dan nutrisionis yang ada di klinik Sirka BSD adalah sebagai berikut:
GP (dokter umum):
- dr. Elizabeth Clarissa Palar
- dr. Jesslyn Natasha
- dr. Reynanda Fathanza Hizrian
- dr. Febrina Fajria
- dr. Kartika Dewi
Dokter spesialis gizi klinik (SpGk):
- dr. Lany Dewi Wijono, Sp.GK, M.Gizi
- dr. Tan Lina, MS, Sp.GK
Dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD):
- dr. Laura Harris, Sp.PD, M.Sc
Nutrisionis:
- Farisa Milla, S.Gz, RD
- Mustika Arum, S.Gz, RD
- Sri Puji Astuti, S.Gz, RD
- Annis Husniah, S.Gz
- Nanda Tri Herdianti, S.Gz
Sport coach:
- Adam Abimanyu, S.Sos (Sport Coach)
Di klinik Sirka, kalau males siapin makanan ada paket cateringnya juga. Udah lengkap banget semuanya. Jadi bisa terukur juga kalori yang masuk karena sudah disiapkan dari Klinik Sirka.
Datang ke klinik Sirka di akhir tahun 2024 ini membuat saya termotivasi untuk menurunkan berat badan di 2025. Setidaknya saya sudah mencoba beberapa hari setelah berkunjung ke klinik Sirka mengatur pola makan. Hasilnya cukup baik. Saya turun sekitar 2 kg dengan mengurangi porsi makanan. Yuk bisa yuk 2025 turun berat badan. Semangat guys!Kalau kamu tertarik untuk berkunjung dan berkonsultasi di klinik Sirka, yuk klik tautan ini!
