4 Fase Menstruasi Yang Perlu Kamu Ketahui

Dulu saat saya masih sekolah, guru biologi saya menjelaskan bahwa tubuh perempuan itu lebih kompleks daripada pria. Kenapa demikian? Salah satu alasannya ada fase menstruasi bagi perempuan. Lalu alasan berikutnya organ reproduksi cewe itu berbeda dengan cowo. Perempuan memiliki hormonal yang lebih kompleks. Bisa melahirkan pula, sedangkan pria tidak.

Menstruasi merupakan hal yang wajar terjadi bagi anak gadis remaja yang mengalami pubertas. Pertama kali saya mengalami menstruasi kurang lebih sekitar umur 12 tahun. Setelah saya memasuki bangku SMA saya mendapatkan pelajaran biologi yang memperjelas apa saja fase menstruasi yang dialami oleh perempuan

Fase Menstruasi

Fase menstruasi merupakan fase dimana lapisan dinding rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim dan lendir atau yang lebih dikenal dengan sebutan endometrium luruh dan keluar melalui vagina. Pada fase ini biasanya beberapa wanita akan merasa nyeri karena ada kontraksi rahim yang membantu endometrium untuk luruh. Ketika nyeri seperti ini, saya biasanya merasakan kram di bagian bawah perut atau punggung. Untuk mengurangi nyeri saya biasanya meminum obat seperti paracetamol atau pereda nyeri jika sakitnya tak tertahankan. Fase menstruasi terjadi sekitar 4-6 hari.

Fase Folikular

Fase folikular terjadi dari hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Pada tahap ini ovarium memproduksi folikel yang berisi sel telur atau biasa disebut sebagai sel ovum. Pertumbuhan folikel ini menyebabkan dinding rahim menebal. Pada siklus menstruasi, fase folikel terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam satu siklus menstruasi. Lamanya fase ini menentukan seberapa lama siklus menstruasi yang akan berlangsung.

Fase Ovulasi

Fase ovulasi adalah fase dimana sel telur dilepaskan dan sudah siap dibuahi oleh sperma sehingga terjadi kehamilan. Sel telur yang sudah matang ini nantinya akan bergerak ke arah tuba fallopi lalu menempel pada dinding rahim. Sel telur ini hanya bertahan 24 jam saja untuk dibuahi oleh sperma. Jika lebih dari 24 jam tidak dibuahi oleh sel sperma maka sel telur ini akan mati. Fase ovulasi ini merupakan masa subur bagi wanita. Jadi buat yang mau program hamil bisa melakukan hubungan seksual pada fase ovulasi, sekitar 2 minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai.

Fase Luteal

Setelah melewati fase ovulasi maka terjadilah fase luteal. Pada fase ini folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur dan membentuk korpus luteum. Hal ini memicu peningkatan hormon progesteron sehingga lapisan dinding rahim menebal. Fase luteal sering disebut dengan fase pra menstruasi yang ditandai dengan membesarnya payudara, muncul jerawat, emosi yang tidak stabil, sensitif, dan mudah marah. Hal ini normal ya, karena memang pengaruh dari hormonal.

Keempat fase ini akan terus berulang hingga seseorang mengalami fase menopause atau berhenti menstruasi di usia 50-60 an. Mengetahui fase menstruasi bagi wanita tentunya sangat penting ya. Kita jadi lebih mengenal organ reproduksi sendiri.

Bila terjadi hal yang tidak wajar dalam siklus menstruasi maka bisa segera dikonsultasikan ke dokter obgyn. Misalnya hal yang tidak wajar dalam siklus menstruasi, bila tidak terjadi menstruasi selama beberapa bulan padahal tidak hamil. Tentunya ada gangguan menstruasi terjadi dan perlu penanganan dokter. Kelainan berikutnya dalam siklus menstruasi misalnya menstruasi yang terlalu berlebihan daripada normal. Waktu menstruasi yang lebih dari 8 hari. Nyeri yang berlebihan tidak wajar bahkan sampai pingsan. Sebaiknya bila terjadi hal-hal tidak wajar seperti ini untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan.

Demikianlah informasi seputar fase menstruasi yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.