Menikah merupakan babak baru di dalam perjalanan hidup seseorang. Dari yang awalnya semua serba sendiri, setelah menikah jadi ada orang lain yang perlu terlibat dalam mengambil keputusan. Hal yang perlu didiskusikan sebagai pasangan baru adalah bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga.
Ketika menikah, sumber penghasilan dalam rumah tangga menjadi dua orang yaitu suami dan istri. Apabila istri tidak bekerja tentu penghasilan bersumber dari suami saja. Sebelum menikah harus diskusi nih bagaimana mengalokasikan penghasilan untuk keuangan rumah tangga.
Masalah Pengelolaan Pemasukan
Pertama-tama kita harus mengetahui dulu nih pemasukan yang didapat berapa dari suami istri, lalu tentukan pemasukan tersebut ingin dikelola seperti apa
Gaji Suami Full Kasih Istri
Ada banyak sekali tipe suami yang seperti ini. Pokoknya uang dari gaji semua langsung kasih ke istri. Terserah mau diapain aja. Tentunya si suami ini nanti dijatah uang bensin atau uang jajan. Ya kalau mau beli sesuatu minta ijin ke istri. Suami seperti ini sudah mempercayai istrinya banget karena yakin istrinya dapat mengatur keuangan dengan baik.
Gaji Suami dan Istri Dijadikan Satu Pada Rekening Terpisah
Jika suami dan istri bekerja, bisa juga membuat kesepakatan untuk menyisihkan pendapatannya dan menaruhnya di rekening terpisah untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi tetap bisa menikmati penghasilan masing-masing. Ada uang untuk entertain diri sendiri pastinya. Mau beli barang yang agak mahal? Pakai uang sendiri aja. Tapi jangan lupa untuk infokan ke pasangan yah!
Tanggungan Dibagi Dua
Ada juga pasangan suami istri yang keduanya sudah berpenghasilan saling kerjasama membayar kebutuhan rumah tangga. Misalnya saja si suami membayar cicilan rumah dan uang belanja dan istri membayar utilitas sehari-hari seperti air, listrik, gas, dan lain-lain. Intinya sih komunikasi bagaimana uang yang didapatkan dari pasangan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ego masing-masing harus diturunkan. Tidak lagi memikirkan siapa yang berkontribusi lebih banyak. Pokoknya kerjasama yuk bisa yuk.
Mulai Mencatat Pengeluaran
Baiklah, bulan pertama mulailah untuk mencatat pengeluaran secara rinci. Catat apa saja yang dibelanjakan dari tanggal 1-30. Nantinya di akhir bulan akan dievaluasi pos pengeluaran apa saja yang terjadi selama sebulan. Percaya deh dengan melakukan ini kita jadi tahu pola pengeluaran kita selama sebulan. Setelah mengetahui apa saja pengeluaran rutinnya mulailah tahap kedua yaitu budgeting.
Budgeting
Setelah lakukan evaluasi bulan sebelumnya kita bisa mulai budgeting nih. Kita kelompokkan nih pengeluaran apa saja yang terjadi selama sebulan. Misalnya untuk belanja kebutuhan dapur, beli peralatan mandi, jalan-jalan, makan di luar, belanja kebutuhan cuci, bensin, utilitas seperti bayar listrik, telepon, internet.
Mulai deh bikin penyesuaian.Misalkan gaji 20 juta, kita buat alokasi budget 50% untuk living, 30 % untuk saving, dan 20 % untuk playing. Jadi 10 juta ini sudah termasuk untuk biaya hidup bulanan, bayar cicilan konsumtif seperti kartu kredit, uang transport, dan skincare. Uang 6 juta bisa digunakan untuk bayar cicilan rumah, nabung dana darurat, investasi, bayar premi asuransi atau bpjs, nabung buat liburan atau tujuan keuangan lain. Sisa 4 juta bisa untuk gaya hidup seperti jalan-jalan, jajan online, beli baju, dan lain-lain. Ingat, ini budget untuk playing nggak harus dihabiskan semua ya! Bisa aja dikumpulin dulu buat liburan keluarga nantinya.
Evaluasi
Yes! Lakukan evaluasi secara berkala. Apakah budgeting udah sesuai rencana awal atau belum? Apalagi kalau udah akhir tahun, kita harus cek apakah aset yang kita miliki bertambah apa berkurang? Bagaimana portfolio investasinya? Apakah tujuan keuangannya sudah tercapai melalui kendaraan investasi yang dipilih? Diskusikan sama suami atau istri. Pokoknya bahas masalah keuangan ini harus terbuka ya jangan ada yang ditutupi.
Semoga informasi cara mengatur keuangan rumah tangga ini bermanfaat bagi teman-teman yang baru menikah. Yang penting konsisten dan disiplin yuk dalam menggunakan uang.

Kerjasama penting banget ya mba, jadi saling terbuka juga. Dan memang seorang istri kudu pinter mengolah keuangan ya
Saving juga, nggak semua dibuat untuk belanja. Apalgi kali sudah ada anak, kudu ada perhatian ke pendidikan juga