Program Startup Terbaik Di Indonesia, Founder dan Co-Founder Siap-Siap!

Bisnis startup selama 10 tahun terakhir ini mulai menggeliat di Indonesia. Bagaimana tidak, dua dekade terakhir ini internet mengubah segalanya. Semua orang semakin mudah memiliki akses ke internet. Pemilik produk yang awalnya memasarkan produknya di pasar lokal kini bisa merambah internasional. Dulu bila ingin membeli makanan harus datang ke lokasi. Hal ini dianggap sebagai masalah yang membutuhkan solusi, hingga lahirlah startup yang menyediakan pesan antar makanan. Banyak program startup bermunculan saat ini membuat pemerintah ingin mendorong pertumbuhan startup ini dengan membuat program startup terbaik Indonesia.

Startup Studio Indonesia merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo bagi startup lokal karya anak bangsa yang sedang dalam proses mencapai tahap product market fit demgan traction yang menjanjikan dan memiliki founder yang potensial. Program yang ditawarkan oleh Startup Studio Indonesia ini cocok bagi perusahaan startup yang masih pada tahap early stage. Program intensif yang diberikan nantinya akan berfokus kepada pengembangan strategi produk, tim, business skill, branding, hingga produk market fit siap untuk scale up.

Seringkali bagi founder dan co-founder mempertanyakan apakah produknya laku tidak di pasar? Darimana kah harus memulai? Apa saja yang perlu dipersiapkan? Terlalu banyak memikirkan ide bisnis hingga tidak ada satu pun ide yang dieksekusi. Sebelum mikir terlalu jauh ke sana yuk mulai memikirkan dari hal yang paling sederhana dulu yaitu marketing mix.

Marketing Mix

Menurut Buchari Alma (2005), marketing mix adalah sebuah strategi dalam mengkombinasikan berbagai kegiatan pemasaran demi memaksimalkan hasil yang bisa diterima. Marketing mix terdiri dari 4 komponen yaitu Product, Price, Place, Promotion. Strategi 4 P ini nantinya akan menentukan kelancaran dan kesuksesan dari bisnis yang akan dibangun.

Product

Kita harus mencari tahu terlebih dahulu produk atau jasa apa yang akan kita jual. Apakah produk atau jasa kita ini bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh konsumen? Kita harus bisa mengetahui diferensiasi produk kita dari produk kompetitor. Apa yang produk kita miliki yang tidak dimiliki dari kompetitor.

Misalnya saja saat ini banyak orang menjual kopi. Jika ingin menjadi berbeda, jual kopi ini harus memiliki keunikan. Kenapa customer membeli kopi di kedai kopi Anda,value yang diberi karena ada unsur sosial di produk. Kopi yang dipakai ini diambil langsung dari petani sehingga mensejahterakan petani. Contoh lain misalnya kopi bisa dipesan lewat aplikasi dan mendapatkan diskon khusus. Jadi tidak perlu mengantri saat membeli karena sudah pesan di aplikasi. Ada kemudahan yang didukung oleh teknologi. Tidak semua kedai kopi memiliki hal demikian.

Price

Harga produk atau jasa sangat menentukan. Ketika kita sudah mengetahui kepada siapa produk kita akan dijual kita bisa menentukan harga yang sesuai dengan target market kita. Pricing strategy sangat menentukan bagaimana kita menentukan harga. Ada beberapa jenis strategi dalam menentukan harga. Markup pricing, target return pricing, perceived value pricing, competition based pricing, penetration price, dan skimming price.

Yuk bahas satu-satu. Untuk markup pricing strategy ini jelas ya, naikin harga sekian persen dari harga modal , biaya pekerja, dan overhead. Nah nantinya mau untung berapa tinggal ditambahkan saja dari total biaya ini. Jadi misalnya harga modal dan biaya-biaya 100.000, ingin untung 30 % jadi harganya 130.000

Target return pricing ini cara menentukan harganya dari seberapa besar return yang ingin didapat dari modal yang diinvestasikan. Misalnya perusahaan investasi 1 trilyun, ingin return 30 % artinya profit sebesar 300 milyar dalam setahun. Dari uang 1 trilyun ini bisa produksi 1000 mobil, artinya per mobil biaya produksinya 1 milyar. Jadi kalau mau return 30% ya buat harga mobilnya 1,3 milyar.

Perceived value pricing ini merupakan penetapan harga produk berdasarkan citra produk. Apakah produk ini sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan dan seberapa besar pelanggan mau membayar produk itu. Perceived value bisa dalam berbagai bentuk misalnya customer support, pengalaman menggunakan produk, pengalaman membeli, garansi, reputasi produk, kepercayaan, keandalan, keamanan, dan lain-lain. Contoh produk yang menjual dengan perceived value pricing ini seperti barang-barang luxury LV, Gucci, Prada. Pelanggan barang branded ini membeli karena barang ini memberikan value bagi mereka untuk menunjukkan eksistensi status sosialnya.

Competitive base pricing merupakan strategi harga yang menentukan titik harga strategis agar dapat memenangkan kompetisi di pasar. Produk atau jasa yang menggunakan strategi ini biasanya banyak kompetitor yang menjual produk serupa.

Penetration pricing merupakan strategi yang banyak dilakukan oleh bisnis baru dan ingin memasuki pasar kompetitif yang sudah ada. Produk yang dijual biasanya dijual dengan harga promosi atau harga lebih rendah agar pelanggan mau membeli produk tersebut. Perusahaan memproduksi barang lebih murah daripada kompetitor dengan harapan pelanggan akan beralih membeli produknya. Strategi ini mungkin memberikan margin yang kecil bagi perusahaan, namun dapat meningkatkan volume penjualan, mengenalkan produk baru dan meningkatkan basis pelanggan baru. Diharapkan ke depannya bila perusahaan menaikkan harga pelanggan tetap akan membelinya.

Skimming price adalah strategi yang menetapkan harga produk di awal. Produk yang membuat strategi ini adalah smartphone, perangkat elektronik, dan lain-lain. Tentunya semakin hari akan ada teknologi yang lebih baru lagi makan produk tersebut menjadi tidak relevan dan harga akan semakin turun.

Place

Place merupakan tempat dimana target audience bisa menemukan dimana barang atau jasa itu dijual. Apakah dijual secara offline atau dijual secara online.

Promotion

Promosi merupakan strategi agar produk atau jasa bisa dikenal oleh target audience dan mencapai target penjualan misalnya sales promotion, advertising, personal selling, public relation, dan direct marketing.

Ilmu-ilmu ini tentunya akan dikupas tuntas di mentoring dan coaching startup studio Indonesia. Kamu bisa dapat 5 hari founder camp yang ngebahas product strategy, marketing, fund raising ( finance & legal ), customer experience dan product mindset. Kamu juga bakalan 1 on 1 coaching selama 11 minggu oleh expert yang berpengalaman di dunia startup. Kuy join!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.