Proses Pembelajaran Hidup

Tidak terasa sudah menjelang penghujung tahun 2021. Tahun ini cukup banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Jujur, saya merasa sangat jauh lebih baik kondisi kesehatan mentalnya beberapa bulan terakhir ini. Semua saya dapatkan ketika saya belajar untuk melepaskan rasa marah, dendam, iri hati, rasa sakit akan masa lalu. Emosi saya menjadi stabil.

Tuhan mengingatkan saya betapa besar kasihNya selama ini di dalam hidup saya. Banyak sekali perjalanan hidup saya yang kalau dipikir-pikir kalau bukan campur tangan Tuhan itu mustahil. Di situasi sulit saat pandemi covid ini, Tuhan MENCUKUPKAN. Masih teringat ketika kami tertimpa musibah, banyak orang baik yang membantu kami. Baik dari sisi moril dan materil. Tuhan lagi-lagi menolong di saat situasi genting. Di momen ini saya menyerahkan seluruh hidup saya dalam kendali Tuhan. Pasrah saja. Di sinilah saya menemukan kebahagiaan, damai sejahtera.

Ketika saya mengedepankan ego saya, rasa marah saya, menyimpan dendam, di situlah iblis melihat celah. Iblis mengintimidasi pikiran saya. Namun ketika saya melepaskan pengampunan, saya merasa beban yang ada setelah bertahun-tahun ini lepas begitu saja. Saya belajar untuk berdamai dengan keadaan.

Tidak mudah bagi saya untuk sampai di tahap seperti ini. Banyak air mata yang harus keluar. Tapi lagi-lagi, karena kasih karunia Tuhan sajalah saya dimerdekakan. Saya lahir baru. Saya mulai kembali bersekutu denganNya. Selama pandemi kemarin, jujur saya jauh dari Tuhan. Saya malas ibadah online. Saya merasa ibadah itu seharusnya di gereja. Selalu ada justifikasi untuk menyanggah dalam pikiran saya. Akhirnya saya memahami, bahwa itu adalah hasutan dari iblis agar saya menjauh dari Tuhan. Kehidupan rohani saya menjadi hambar. Saya merasa kosong. Lalu boom Tuhan memberikan saya penyakit covid sekeluarga, ini menjadi pengingat saya bahwa Tuhan masih berbelas kasih kepada saya. Dia ingin saya kembali kepadaNya. Kembali menyembahNya.

Saya mulai beribadah online. Dulu yang awalnya saya di gereja suka malas ikut penyembahan dan ingin langsung khotbah saja, kini saya rindu untuk memuji Tuhan. Lewat penyembahan saya merasakan hadirat Tuhan. Saya menangis karena saya menyadari betapa besar kasih Tuhan sepanjang hidup saya. Saya yang berkali-kali berbuat dosa, melakukan kesalahan, selalu mendapatkan pengampunan dari Allah Bapa di sorga.

Ketika bernyanyi lagu pujian dan penyembahan, air mata saya tidak berhenti mengalir. Hati penuh kelegaan dan sukacita. Mungkin itu adalah roh kudus yang hadir di hati saya. Yang menyertai saya selalu. Saya merasakan kasih yang begitu dahsyat. Meluap-luap. Terpujilah Tuhan.

Walaupun ibadah secara online, kehadiran Tuhan sungguh nyata. Saya juga nggak tahu kapan bakal ada ibadah offline lagi. Saya belajar untuk membaca alkitab lagi lebih sungguh. Walau kadang masih ada juga bolong-bolong. Namun saya berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Tidak ada kata terlambat untuk pertobatan. Tuhan yang memilih kita, namun apakah kita mau menjawab panggilanNya atau tetap mengeraskan hati? Bertahun-tahun saya hidup dan menganggap bahwa saya bisa melalui apapun dengan kekuatan saya sendiri. Namun yang saya dapat adalah kekecewaan. Tapi ketika Tuhan sudah pegang kendali dalam hidup, hanya ada sukacita.

Proses pembelajaran hidup ini akan terus berlanjut, hingga saya menutup usia. Saya menulis ini karena saya merasa harus membagikan sukacita ini. Mengabarkan tentang baiknya Tuhan Yesus Kristus dalam hidup saya. Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi dia berjanji SELALU MENYERTAI. Lagu ini benar adanya. Dalam setiap langkah hidup, saya selalu merasakan penyertaan Tuhan.

Tuhan Yesus. Terimakasih. Aku bersyukur Bapa. Hatiku bersukacita karena Engkau hadir dalam hidupku. Aku ingin Engkau yang memegang kendali atas hidupku. Tubuh, jiwa, dan rohku adalah milik Tuhan Yesus. Jauhkan kuasa gelap yang berasal dari iblis yang mengintimidasi pikiran. Di dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa, nama yang penuh kuasa. Amin!

One comment

  1. Ada momen2 di mana aku juga suka ngelupain Tuhan. Trus nyesel, balik Deket lagi, tapi terkadang kembali lupa 😫😔. Untungnya Tuhan bukan tipe yang pembosan saat hambanya bolak balik amnesia beribadah ya mba 😅.

    Tapi aku berusaha kok, untuk bisa selalu dekat, dan semoga Tuhan masih mau menegur ketika aku mulai melenceng dari jalanNya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.