Tips Law of Attraction Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Tahun 2019. Awal tahun yang baru. Mari kita memulai tahun yang baru ini dengan pikiran yang positif dan optimis. Seperti tulisan saya yang sebelumnya mengenai Sebuah Refleksi di Akhir Tahun 2018, kali ini saya ingin berbagi mengenai apa yang saya ketahui mengenai apa itu Law of Attraction ( LoA ).  Bagaimana melakukan LoA dan tips melakukan LoA.

Awal saya mengenal LoA saat itu ketika saya duduk di bangku kuliah. Mungkin sekitar tahun 2007 atau 2008. Saat itu saya meminjam sebuah DVD berisi video mengenai film The Secret dari teman. Video itu menginspirasi saya untuk mulai melakukan visualisasi pertama saya.

Saat itu saya kuliah di jurusan komputer namun saya belum memiliki laptop. Kondisi keuangan keluarga saat itu belum memungkinkan saya untuk membeli laptop. Maklum, ayah hanya pekerja kantoran dengan gaji yang hanya cukup untuk kehidupan kami sehari-hari. Tapi saya begitu yakin dan percaya, kalau kelak nanti saya akan memilikinya. Teman saya memiliki laptop putih dan dia beberapa kali membawa laptop itu ke kampus. Saya menyukai ukuran dan warna laptop itu. Saya mulai melakukan visualisasi untuk memiliki laptop.

Secara konsisten saya mulai melakukan visualisasi rutin setiap hari. Walaupun saya belum memilikinya, namun saya berusaha menciptakan imajinasi kalau saya sudah memilikinya. Menyenangkan sekali membayangkan sebelum tidur kalau saya membawa laptop itu ke kampus, lalu saya mengetik tugas di tempat tidur. Saya membayangkan bermain game dengan laptop tersebut. Sampai saya merasakan seperti sudah memilikinya. Visualisasi ini saya lakukan sekitar 2-3 bulan. Saya tetap berdoa, pasrah dan ikhlas. Saya percaya bahwa Tuhan akan memberikannya lewat caraNya.

Tanpa diduga oleh saya, ayah saya bilang kalau di kantornya ada program kredit laptop. Tiba-tiba bos ayah bilang akan memberikan laptop gratis itu untuk saya dan saya boleh memilih laptop yang saya mau. Saya pun memilih, laptop yang ukurannya sama dan berwarna putih. Walaupun tidak sama seperti laptop teman saya, namun dari sisi spesifikasi, ukuran dan warna sama seperti yang saya inginkan. Pada waktu itu laptop tersebut sudah memiliki spesifikasi yang sangat baik.

Saya akan berbagi beberapa Tips bila ingin menggunakan LoA di dalam kesehariannya

Jauhi Hal negatif

Jauhi teman-teman atau lingkungan yang memberikan dampak negatif. Pernah gak merasakan badan dan pikiran rasanya capek banget habis dengerin teman curhat? kenapa bisa demikian? Tubuh kita ini seperti sponge. Bisa menyerap apa pun, termasuk energi negatif yang disaluran lewat curhat tadi. Solusinya? ya ga usah dengerin curhat, atau kalau dengerin ya anggap aja kupingnya cantelan. hehe.

Jauhi akun gosip, seperti lambe nyinyir,lambe-lambean lah pokoknya. Saya juga menjauhi menonton berita. Sudah beberapa tahun saya tidak nonton berita. Apalagi tahun politik, berita hoax dimana-mana. Di sosial media pasti banyak yang nyinyir deh.

Jauhi Pikiran Negatif

You are what you think. Jangan berpikiran hal yang negatif terus, semakin dipikirkan, semakin ditakutkan maka itu akan kejadian. Jauhi lagu-lagu melow seperti lagu patah hati, lagu sedih, lagu ditinggalkan yang membangkitkan perasaan negatif.

Pikiran dan Visualisasi Harus Selaras

Kalau kita berkeinginan misalnya mencapai target penjualan, kita harus yakin bahwa itu akan tercapai. Ketika kita malah berpikiran ah mana mungkin bisa? Hal ini lah yang membuat Law of Attraction tidak bekerja.

Merasa bersyukur

Bersyukurlah dalam segala hal. Dengan kita mengucap syukur akan timbul energi positif dan Tuhan akan memberikan berkatnya lebih banyak lagi.

Memiliki Perasaan Kuat Bahwa Visualisasi Adalah Kenyataan

Saya sudah bercerita mengenai LoA yang sudah termanifestasi menjadi kenyataan. Bagaimana saya melakukan visualisasi di gelombang theta, yaitu pada saat sebelum tidur. Gelombang theta juga bisa terjadi saat bangun tidur. Itu adalah waktu terbaik untuk berdoa dan visualisasi.

Bersedekah

Bersedekah itu tidak selalu soal uang. Bersedekah bisa dengan memberi waktu, tenaga, pemikiran, inspirasi kepada orang lain. Perasaan bahagia setelah memberi inilah yang menarik energi positif di dalam diri kita. Seperti tulisan ini. Saya ingin berbagi kepada teman-teman semua mengenai Law of Attraction.

Pasrah dan Ikhlas

Ini penting, kita harus pasrah kepada Tuhan. Ikhlas untuk apapun hasil yang terjadi.

Diri kita ini memancarkan vibrasi. Bila orang lain sukses melakukan LoA, kita pun bisa “mendownload” vibrasi positifnya dengan komentar “rooted”. Saya melakukan hal ini sejak bergabung di grup facebook yang membahas tentang LoA. Orang yang sharing vibrasinya semakin besar dan orang yang berkomentar di posting sharing tersebut juga bisa mendownload vibrasinya. Sungguh positif sekali energi yang ada di sana. Seperti yang saya bilang, bila kita berbagi hal positif, berpikiran positif, maka hal positif juga akan mendekat. 

5 comments

  1. Nice sharing mba Inez, ini yang juga selalu aku lakukan mungkin kalau aku nyebutnya kepercayaan diri untuk mencapai dan merealisasikan sesuatu menjadi nyata hehehe

    Dan sangat setuju jauhi hal negatif itu penting, bersikap bodo amat dg lingkungan negatif itu emang perlu kalau aku makanya aku kadang dibilang cuek 😀

  2. Good sharing, Mbak. Iya sih, aku merasakan banget bahwa lingkungan sangat mendukung aura positif dalam diri kita. Memang kita nggak bisa mengharapkan segala hal sesuai dengan yang kita mau, tapi kita bisa mengendalikan dengan menghindari atau mengendalikan. Kadang perlu bodo amat, atau EGP juga, hehe.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.