Dear Calon Ibu: Nutrisi Otak Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Loh!

“Mbak, silahkan dibeli produk susunya. Bagus untuk nutrisi otak anaknya loh,lagi ada diskon juga nih,”kata seorang SPG kepada saya. Dalam hati ngebatin, masih single ini mbak. Belum punya anak. Hahaha. Nanti mbak, kalau saya punya anak saya beli susunya. Walaupun saya belum punya anak, tapi saya sadar bahwa nutrisi bagi anak sangat penting, apalagi saat tumbuh kembang anak. Nutrisi yang baik mempengaruhi pertumbuhan anak secara keseluruhan. Mulai dari pertumbuhan syaraf-syaraf yang berhubungan dengan IQ,daya kognitif, kemampuan akademis dan kesehatan mental.

nutrisi otak
Nutrisi Otak Penting Untuk Tumbuh Kembang Anak

Pengetahuan mengenai nutrisi untuk anak berawal dari curi dengar dan baca-baca feed instagram teman-teman saya.

Anugrah Terindah Bagi Seorang Wanita

Jadi beginilah kisah saya dimulai, pagi-pagi tahun 2017, saya lupa bulan apa, grup whatsapp saya ramai. Sebuah pesan dari seorang teman membuat heboh grup. Penasaran ada apa gerangan, saya melihat sebuah foto, nampaknya seperti foto alat tes kehamilan dan bergaris. Jujur saya nggak ngerti maksud dari gambar garis itu, yang mana garis positif hamil atau tidak. Hamil itu garis satu atau garis dua atau samar-samar?

nutrisi otak
Positif hamil

“Alhamdullilah positif hamil.”

Saat baca lanjutan chatt nya saya paham. Kalau garisnya dua itu positif hamil.

nutrisi otak
Belum punya anak manusia

Ketika bertemu dengan teman-teman yang dibahas adalah bagaimana rasanya hamil. Mual-mual yang dirasa hingga muntah menjadi langganan curhatan teman saya ketika bertemu. Apalagi kalau sudah memasuki kehamilan trimester kedua dan ketiga. Kaki teman saya jadi suka bengkak, gampang capek. Terus bawaannya pipis terus. Lalu makanan yang dikonsumsi ibu hamil juga harus bernutrisi tinggi. Say goodbye deh sama makanan mentah macam sushi yang ada daging salmon mentahnya. Temen saya juga menolak ketika saya tawarkan salad dengan mayonaise. Kata dokter kandungan tidak boleh makan makanan mentah. Baiklah.

Sensasi Menunggu Kelahiran Bayi

Social media mulai dipenuhi dengan foto-foto USG dari adek bayi. Kata-katanya pun sangat menyentuh hati. Saya bisa merasakan bagaimana begitu excited teman saya menunggu buah hati mereka lahir.It’s heart warming. Bulan demi bulan setiap ada foto USG bayi, membuat saya ikutan harap-harap cemas. Nanti mukanya kaya siapa nih?  Sehatkah? Jenis kelaminnya apa ya? Entahlah saya senang melihat foto-foto itu. Pengalaman yang sama sekali tidak bisa saya lupakan adalah memegang perut teman saya yang sedang hamil besar. Saya bisa merasakan tendangan jagoan kecil ini ke perut mamanya. Kadang teman saya ngajak ngomong sama dedek bayi di dalam perut dan dibalas dengan tendangan si adek. Ya Tuhan sungguh besar karuniaMu. Masih suka takjub kalo dari perut wanita itu bisa keluar anak bayi. Dari yang cuma setitik bisa jadi bayi ukuran 50cm.

Tibalah hari dimana perjuangan seorang ibu melahirkan bayinya. Jujur saya nggak kuat kalau melihat bagaimana temen saya kesakitan. Saya cuma dengar ceritanya saja. Dengernya aja sudah merinding. Katanya sakit pake banget, dan sakitnya seharian. Ada teman yang memang dari awal sudah memutuskan untuk caesar, ada juga yang memilih untuk lahiran normal. Ada yang ingin lahiran normal, tapi karena keadaan tidak memungkinkan maka harus caesar. Bagi saya, melahirkan normal ataupun caesar sama saja, mereka tetap ibu yang hebat.

nutrisi otak
Mamah muda cantik cetar dan anak bayinya

Lalu yang menyenangkan saya bisa melihat foto-foto bayi teman saya. Masih nggak kebayang aja, dulu bandel bareng, cengengesan di kampus. Eh sekarang udah gendong anak. Sungguh, mendengar kabar bahagia itu membuat saya senang. Karena anak-anak teman saya ini lucu dan menggemaskan dan saya sangat suka gendong mereka serta ajak bermain.

Dari Baby Blues Sampai Pejuang ASI

Dari pengalaman teman, saya jadi tahu kalau habis melahirkan ada yang namanya baby blues. Semacam depresi karena hormonal gitu saat habis melahirkan. Bawaannya melow, sensitif, nangis. Tapi akan balik normal setelah beberapa hari. Dukungan suami sangat membantu ibu menghadapi baby blues. Oh ya perjuangan ibu tidak sampai di sini saja. Mereka harus berjuang bagaimana memproduksi ASI yang banyak untuk buah hati. Saya lihat postingan foto berisi kulkas penuh asi perah. Lagi-lagi saya takjub. Bisa ya produksi air susu sebanyak itu. Bahkan ada yang berbagi ASI perah untuk bayi lain yang ibunya kesulitan memproduksi ASI.

nutrisi otak
Berbagi ASI

Bersyukurlah kalau ibu-ibu yang baca ini memiliki ASI yang melimpah. Namun bagi ibu yang tidak keluar ASI nya tidak perlu khawatir. Banyak susu formula yang tetap bisa memberikan nutrisi bagi adik bayi. Perlu diingat bahwa nutrisi otak mempengaruhi tumbuh kembang anak nantinya. Apa saja sih yang dibutuhkan adek bayi untuk pertumbuhannya? Protein,ini penting untuk perkembangan otak dan panca indra. DHA atau Omega 3, ini penting untuk psikomotorik dan perkembangan mental adik bayi. Zat besi, membantu mendistribusikan oksigen pada tubuh. Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi pertumbuhan syaraf otak yang akan berdampak pada mental dan motorik. Seng,membantu fungsi dan kinerja otak, membantu produksi sel darah putih. Iodin,membantu pembentukan hormon metabolisme,pertumbuhan dan perkembangan otak. Kolin membantu pertumbuhan tulang belakang dan sel otak. Vitamin B6 membantu perkembangan kemampuan anak saat beradaptasi dengan lingkungan dan B12 untuk pembentukan mielin pada jaringan saraf anak.

Yang Perlu diketahui tentang MPASI

Oke, balik lagi ngomongin feed social media, sekarang teman-teman saya lagi rajin banget posting foto MPASI. Jujur, sebagai single yang belum memiliki anak, pas denger kata MPASI nggak ngerti artinya apa. Akhirnya browsing dan tahu kalau MPASI itu adalah kepanjangan dari Makanan Pendamping Asi. Jadi setelah anak umur 6 bulan mulai diberikan MPASI. Wah kalau lihat feed instagram, fotonya bagus-bagus. Dari cara mengolah, bahan, sampai respon anak makan MPASI. Apakah lahap, atau nggak doyan. Kalau lihat dari bentuknya sih saya ga doyan, tapi adek bayi doyan banget.

nutrisi otak

Saya juga belajar, kalau anak bayi di bawah satu tahun itu makanannya tidak boleh dikasih garam dan gula. Menurut panduan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN) bayi kurang dari satu tahun hanya membutuhkan garam kurang dari 1 gr (0,4 gr Sodium), untuk usia dua tahun 2 gr (0,8 gr Sodium). Pemberian garam berlebih pada bayi akan menyebabkan kinerja ginjal menjadi berat. Hal ini bisa meningkatkan resiko hipertensi atau penyakit ginjal saat dewasa. Untuk mensiasati memberikan rasa asin dan gurih bisa menggunakan rebusan kaldu ayam yang dibuat sendiri.

Untuk gula bukan berarti tidak boleh sama sekali, namun pembuatan gula yang melewati proses kimiawi seperti tahap penyulingan berbahaya bagi bayi. Kadar gula yang tinggi dalam darah juga menurunkan tingkat imunitas bayi. Bahaya lain dari konsumsi gula di usia dini adalah kerusakan gigi karena makanan manis, peningkatan resiko diabetes dan obesitas di usia dewasa. Lalu bagaimana dengan madu? untuk bayi di bawah satu tahun tidak disarankan mengkonsumsi madu dikarenakan sistem imun tubuhnya belum bisa mentoleransi bakteri clostridium botulinum. Walaupun madu sudah dipanaskan, namun spora dari bakteri masih bertahan. Jadi sebaiknya tidak memberikan madu untuk bayi di bawah setahun.

Semoga informasi yang saya bagikan ini bermanfaat untuk teman-teman. Jadi nggak kaget-kaget amatlah kalau punya anak nanti. Kalau kalian yang sudah punya anak bagaimana pengalaman saat hamil, menyusui, dan MPASI? Share di kolom komentar ya!

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.