3 Pilar Content Marketing ala Kitabisa.com

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan ikut sharing session mengenai content marketing bersama block71, kitabisa.com & getcraft.com. Yang getcraft nanti saya buat artikel baru. Stay tuned. Kali ini bahas kitabisa.com dulu ya. Website kitabisa.com adalah startup crowdfunding. Apa sih crowdfunding itu? Jadi semacam patungan, gotong royong, nyumbang uang untuk mencapai nominal tertentu membantu orang lain. Entah itu bantu sakit, bencana alam, pendidikan, dan lainnya. Jadi secara garis besarnya kitabisa.com adalah platform untuk mempertemukan antara orang yang lagi butuh uang ( untuk kesehatan, pendidikan, dll ) dengan orang baik yang mau sumbangin uangnya. Keren kan.

Pembicara kali ini adalah Mas Iqbal Hariadi, Head of Marketing dari kitabisa.com. Yang mengherankan, beliau ini bukan dari latar belakang pendidikan ekonomi, atau marketing communication. Beliau dulu kuliah jurusan Biologi, trus sekarang berkecimpung di dunia marketing. Salut untuk beliau.

Per Agustus 2018 kitabisa.com sudah mengumpulkan dana dari fundraising sebesar 356 milyar dan sudah menjalankan campaign untuk donasi 13 ribuan. Banyak banget kan? Campaign tersebut sukses juga andil dari content marketing yang terencana dengan baik.

Ada 3 pilar content marketing ala kitabisa.com

  1. Having mental &acting like media company

Di dalam media company, yang menentukan itu ada dua hal.

Time & attention.

Orang yang melihat content kita harus bisa mendapatkan value secepat mungkin dan kita harus bisa menarik perhatian mereka. Untuk waktu sendiri, bisa dipecahkan dengan cara apakah produk/jasa kita dapat menyelesaikan permasalahan mereka dengan cepat. Untuk attention, bagaimanakah brand kita sanggup menyelesaikan masalah.

Untuk content sendiri, kitabisa.com tiap minggu marketing team nya ada semacam rapat redaksi untuk membahas konten apa yang akan diangkat. Topik apa yang lagi hangat dibahas di sosial media minggu ini. Atau apa yang lagi rame nih di minggu ini.

Content seperti apa sih yang bisa dibuat? Misalnya saja kita punya jasa perbaikan AC. Content yang bisa kita buat ya tentang proses perbaikan AC, atau success story dari pelanggan yang sudah selesai diperbaiki AC nya. Mudah kan?

Konten yang Relevan

Bila kita berpikir sebagai media juga kita harus memperhatikan dimana saja konten kita akan didistribusikan, lalu siapa saja yang mau baca/lihat konten kita. Konten yang dibuat harus relevan. Misalnya saja nih salah satu konten yang sempat viral dari feed instagram kitabisa.com

konten viral

Dari gambar di atas, kitabisa.com memanfaatkan momen ASEAN GAMES. Feed instagram mengenai emas pertama yang diraih Indonesia meraih likes 30 ribuan dan komentar sekitar 1000an. Engagement( interaksi ) yang didapatkan dari gambar tersebut sangat besar bila dibandingkan dengan gambar lain yang hanya likes sekitar ratusan sampai 1000an. Kitabisa.com bukan startup olahraga, tapi bisa memanfaatkan momentum ASEAN GAMES untuk dijadikan konten. Kitabisa.com memiliki hashtag #orangbaik, jadi angle yang diambil orang baik itu mengapresiasi pahlawan di bidang olahraga.

Social Experiment Sebagai Konten

Kitabisa.com juga menggunakan social experiment sebagai konten mereka. Untuk videonya bisa dilihat di sini

Kitabisa.com bikin chanel youtube ini bener-bener organik. Tanpa video ads, karena mereka tidak punya budget untuk itu. Sampai hari ini video Cara Ngobrol Dengan Teman Tuli sudah ditonton lebih dari 1 juta kali, dan sudah memiliki subscriber 59 ribu. Semuanya organik! Tanpa iklan. Konten yang viral ini disebarkan oleh teman tuli dan juga disebarkan oleh follower teman tuli tersebut. Bisa bayangin kan efek viralnya bagaimana. Buktinya tembus lebih dari 1 juta viewer.

2. Optimize Marketing Funnel

Kitabisa.com menggunakan marketing funnel yang dinamakan AARRR, biasa disebut pirate funnel, soalnya bajak laut kan ngomongnya aarrrrrrr . It’s american jokes, agak garing emang. Kalau mau baca detail tentang AARRR ini bisa ke sini.

aarrr

Gampangnya gini. Pake ilustrasi cerita yah. Ada orang buka restoran chinese food di Jakarta. Terus setelah 3 bulan, restorannya nggak begitu laku. Terus orang ini main nyalahin aja, wah ini orang Jakarta nggak doyan chinese food sih! Padahal kan kenyataannya nggak gitu kan?

User Experience

User experience untuk restoran itu berawal dari customer lewatin tokonya, masuk ke dalam, cari tempat duduk, pesan makanan, makan, bayar, terus pergi meninggalkan restoran. Hal ini penting banget untuk diketahui sama pemilik restoran. Jadi untuk pengusaha restoran kalau restorannya tidak laku, harus dicek dari tahapan user experience nya itu. Banyak faktor yang menyebabkan restoran itu nggak laku. Bisa aja, dari sisi lokasi kurang strategis,tampilan depan restauran ngga menarik, pelayannya nggak ramah, makanannya kurang enak, makanannya kemahalan, interiornya jelek,dan banyak faktor lainnya. Kalau sudah tahu kekurangannya, harus segera diperbaiki. Nah user experience nya bagus, customer akan dengan senang hati mereferensikan pengalaman mereka makan di restoran tersebut.

Funneling

Oke sekarang kita akan bahas funneling itu seperti apa sih? Ini saya kasih contoh gambar ya.

 

Misalnya kita punya website jualan baju nih. Dalam 1 hari ada 1000 visitor yang berkunjung ke website kita, dari 1000 orang itu, yang ngeklik kaos oblong ada 340 orang. Ini cuma lihat saja loh ya, belom beli. Dari 340 orang itu yang add to cart ada 140 orang. Lagi-lagi ini belum tentu beli ya. Bisa aja iseng aja nih mau masukin ke keranjang belanja, atau bisa jadi mau beli tapi nggak jadi karena udah beli kaos lain. Sekarang dari 140 orang itu yang udah isi info pengiriman cuma 50 orang, dan yang bayar cuma 22 orang. Kebayang kan, dari 1000 orang yang lihat tokonya, cuma 22 orang yang closing sales. Dengan mengetahui konsep AARRR, diharapkan “kebocoran” dari tiap proses funneling dapat diperkecil. Seperti itulah funneling. Semoga bisa dimengerti dengan mudah.

Untuk case study ada video mengenai hewan kurban, bisa dilihat di bawah ini.

Kalo ga muncul videonya ketik aja di youtube ketik aja Social Experiment: Traktir Pemulung Makan Steak. Nah proses di kitabisa.com itu dari awareness ke acquisition adalah dari lihat video sampai klik website. Di video ini yang ditonjolkan adalah ekspresi dari orang yang sama sekali tidak pernah makan steak mahal, memilih tingkat kematangan steak pun nggak tau.

Dari acquisition ke activation adalah dari website sampai transaksi donasi kurban ke kitabisa.com. Untuk proses retention,database customer yang sudah pernah menyumbang tahun sebelumnya di kitabisa.com dikirimkan iklan lagi, diharapkan mereka akan mendonasikan hewan kurban lagi di tahun ini. Untuk revenue ya dari pendapatan donasi itu. Lalu proses referral diharapkan orang yang sudah donasi itu bisa share sehingga memberikan efek viral. Di akhir video diberi penekanan bahwa banyak orang di seluruh Indonesia yang belum beruntung untuk menikmati daging sapi, sehingga mengajak orang baik untuk berkontribusi memberikan donasi kurban. Dengan memahami AARRR tim pembuat konten jadi mengerti konten seperti apa yang bisa memberikan konversi dari tiap-tiap proses yang terjadi.

3. Menyeimbangkan antara sales dan branding

Menurut mas Iqbal, kebanyakan startup saat ini hanya fokus pada sales. Mendatangkan customer untuk membeli produk. Tidak salah sih, tapi tidak akan bertahan lama, customer pun tidak akan loyal.

Katanya harus seimbang kan? Ya udah bahas sales dulu. Kalau di kitabisa.com sih pada dasarnya untuk sales, cari cost untuk sales yang paling efisien, effort paling sedikit, setelah ketemu formulanya scale up. Pasti bingung kan. Memang untuk ini sangat teknis sekali, karena sudah berhubungan dengan optimalisasi iklan berbayar( fb ads, Google ads,dll ). Penjelasan sederhananya begini. Kalau mau buat campaign berbayar, selalu lakukan tes dengan beberapa gambar, lalu gambar dengan interaksi terbaiklah yang dipilih dan naikkan budget iklannya. Sales itu quick wins, jangka pendek. Perlu supaya bisnis bisa terus berjalan. Branding itu big wins, untuk jangka panjang.

Branding itu membangun hubungan antara brand kita dengan customer. Membangun keterikatan ( bonding ). Misalnya bila ingat keyword tertentu jadi ingat brand kita. Sebut saja kalau mau beli air minum, ingatnya aqua. Kalau ingat kebaikan, ingatnya ya kitabisa.com.

Untuk branding, kitabisa.com konsisten membuat konten yang bercerita. Orang pada umumnya suka dengan konten yang bercerita. Kitabisa.com dalam kontennya selalu memberikan pesan kebaikan, orang baik dimana-mana, serta kebaikan mudah ditemukan. Coba cek video di bawah ini. Masih sama soal social experience. Kali ini video dibuat saat ojek online booming.

Di video tersebut pesan yang ingin disampaikan masih ada loh orang baik di Indonesia. Bayangin saja kondisi nggak punya uang, pesan ojek online minta diantar ke klinik karena ibunya sakit. Pengemudi pertama nggak mau nganterin, tapi mau kasih uang untuk ongkos. Pengemudi kedua, mau antar sampai tujuan dengan tulus. Pesannya dapet kan? Nggak langsung hard selling di awal, AYO DONASI. Bisa kabur orang, belum apa-apa sudah ditodong suruh donasi. Smooth banget deh, soft selling banget.

Jalin Relasi dengan Influencer

Jangan lupa untuk membangun hubungan dengan influencer. Di kitabisa.com ada campaign donasi ulangtahun. Pas 27 Mei 2018 kemarin si Afghan ulang tahun. Campaignnya bisa dilihat di sini. Jadi si Afghan ini mau donasi untuk anak-anak yang terkena kanker di RSCM yang kurang beruntung. Setelah campaign selesai, Afghan post foto bareng bersama anak-anak yang terkena kanker ini.

afgan kitabisa

Kalau penasaran sama foto-foto afgan yang lain bisa kepoin di sini. Dengan campaign yang sukses ini, Afgan yang followersnya 3.3juta memberikan exposure gratis untuk kitabisa.com dengan gratis dan sukarela.

Jadi itulah 3 pilar content marketing yang dipakai oleh kitabisa.com. Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel menarik lainnyaΒ sharing exit strategi tiket.com

41 comments

  1. Wah ilmu baru nih. Penasaran juga sih sebenarnya gimana kitabisa.com dapat ngumpulin dana. Dan target dananya bisa tercapai.

    Makasih kak inez udah sharing. Btw klo untuk getcraft.com masih asing bagi aku. Blm pernah tau. Penasaran pengen bahas apa nih kak Inez? Aku akan stay tuned

  2. Ternyata begini caranya kitabisa.com membantu banyak orang tapi tetap punya dana untuk tetap bertahan. Visi dan misinya oke banget yah, Kak Inez. Dan mereka emang rajin banget buat email kita tentang campaign-campaign baru mereka… Hehehe…

    Makasih artikelnya ,Nez, jadi tahu gimana strategi marketing crowdfunding ini.

  3. Momen yang Mbak Defia dapat emas pertama memang gak disangka-sangka. Tadinya atlet ybs menyangka pengumuman emasnya adalah untuk atlet wushu, karena di saat bersamaan sedang ada pertandingan wushu.
    Mbak Defia sendiri baru “ngeh” kalo dia yang dapat emas setelah dapat info LANGSUNG dari Pak Jokowi.
    Momen seperti ini yang perlu dishare di medsos, tentang semangat nasionalisme. Maju terus kitabisa.com

  4. 3 pilar Marketing yg ajib buat startup.. Tapi saya masih penasaran dengan pendapatan untuk kitabisa.com nya sendiri dari mana.. Mohon maaf apabila pertanyaan saya terlalu polos atau nggak sopan..

  5. Tadi sempet penasaran sama pendapatan kitabisa.com ternyata dah ada yang nanya dan udah dijawab sama kak inez juga. Jadi tahu sekarang strategi marketingnya kitabisa.com.. nambah ilmu sekali tulisannya kak inez.. terimakasih

  6. Salut pisan cara kak inez menuturkan 3 pilar content marketing, runut dan simple. Saya membacanya berkali kali , karena asik buanget dibacanya. Jadi lebih ngerti marketing yang ngena untuk keseharian. Terimakasih Kak inez. Ditunggu ya artikel berfaedah berikutnya

  7. Gue pernah pake Kitabisa buat ngumpulin dana. Dan ternyata gue bisa ngumpulin orang-orang untuk berdonasi cuma via media sosial. Rasanya tuh seneng banget.
    Btw makasih ilmu untuk barndingnya ka Inze. Branding itu bikin bonding sama audiance.
    Semoga gue bisa bikin bonding sama pembaca-pembaca blog gue deh. hihi

  8. Tulisan keren dan bermanfaat banget ini, Kak Ines, terima kasih sudah menuliskannya. Bagaimana pun ini penting banget loh buat semua influencer yang bergerak di bidang digital dan sosial media, terutama untuk membuat konten marketing yang menarik

  9. Wah menjawab pertanyaanku slama ini : “Ini kita bisa kan utk kumpulin uang,knapa postingnya kadang ga slalu ttg funding?” ..ternyata marketing yha…

    Mreka juga kece manfaatin moment : contohnya si Jojo untuk Lombok tuh kerenz πŸ˜‚

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.